Jumat, 31 Oktober 2014

News / Megapolitan

Soal Video Asusila Pelajar SMPN 4, Polisi "Emoh" Cabut Pernyataan

Rabu, 30 Oktober 2013 | 16:47 WIB
Kompas.com/Robertus Belarminus Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto


JAKARTA, KOMPAS.com —
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendesak Polda Metro Jaya mencabut pernyataan yang menyebutkan pelaku melakukan atas dasar suka sama suka terkait kasus video asusila pelajar SMPN 4 Jakarta. Polda Metro bersikukuh tidak ada unsur paksaan dalam video tersebut. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, dari keterangan para saksi dan hasil rekaman video tersebut, dugaan awal sudah mengarah pada unsur suka sama suka. Polisi menilai tidak ditemukan unsur paksaan seperti yang disebutkan oleh AE, pelajar wanita dalam video itu.

"Kami punya alasan mengeluarkan statement itu. Polisi bekerja berdasarkan bukti yang ada serta keterangan saksi yang telah diperiksa penyidik," terangnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/10/2013).

Walaupun telah mengeluarkan pernyataan itu, polisi juga tetap akan melakukan konfirmasi terkait pernyataan AE, yang menyebutkan dirinya dipaksa dalam pembuatan video itu. Polisi akan melakukan konfrontasi kepada kedua pasangan pelajar dan juga 10 pelajar yang sudah dimintai keterangan sebagai saksi.

Sementara FP, pemeran pria, mengaku tidak ada unsur paksaan dalam video tersebut. Mereka diketahui mempunyai hubungan kedekatan. "Walau begitu, kita tetap akan meminta keterangan kepada saksi dan kedua pemeran. Kami akan melakukan pemeriksaan konfrontasi," kata Rikwanto.

Sebelumnya, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menyayangkan pernyataan polisi tersebut. Arist menilai Polda Metro Jaya terlalu terburu-buru mengeluarkan penyataan terkait kasus video asusila pelajar SMPN 4 Jakarta yang disebut dilatarbelakangi rasa suka sama suka.

Polisi dinilai mengabaikan aspek dan rasa keadilan terhadap AE, yang menurut keluarga berada pada posisi korban, sehingga menyudutkan pihak keluarga.

"Saya kira polisi harus mencabut statement itu. Jangan karena berdasarkan tayangan video, lalu mereka menyatakan perbuatan itu suka sama suka," kata Arist, Selasa (29/10/2013).


Penulis: Zico Nurrashid Priharseno
Editor : Eko Hendrawan Sofyan