Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi: Saya Joget-joget Dengar Lagu Buruh Sepanjang Sore

Kompas.com - 31/10/2013, 20:44 WIB
Fabian Januarius Kuwado

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com — Saat perwakilan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kota Tua Fatahillah menemui Gubernur DKI Jakarta di Balaikota Jakarta, buruh menyetel musik dan melakukan orasi kencang-kencang agar didengar oleh Joko Widodo. Mendengar itu, Jokowi mengaku joget-joget.

Jokowi tidak mau mengambil pusing dengan aksi buruh di depan Balaikota meski mereka melakukan berbagai aktivitas yang membuat bising suasana. Selain orasi politik, para buruh juga berjoget sambil diiringi beragam jenis musik, mulai dari dangdut, rock, hingga reggae.

Meski diiringi suara bising, mantan Wali Kota Surakarta tersebut mengaku bahwa pertemuannya dengan perwakilan PKL tetap berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. "Rapatnya berjalan baik sama PKL itu," ucapnya, Kamis (31/10/2013) sore.

"Ndak (ganggu) kok. Malahan saya joget-joget denger lagunya buruh sepanjang sore tadi," ujarnya sambil tertawa.

Pertemuan tersebut membahas masih adanya PKL yang tidak mendapatkan tempat relokasi berjualan yang di dalam kawasan. Jokowi merahasiakan hasil pertemuan tersebut.

Saat ditanya apakah ia akan menambah tempat relokasi yang baru bagi PKL yang belum tertampung, Jokowi tidak menjawab. Demikian juga saat ditanya apakah mereka yang tak tertampung akan dipindahkan ke kawasan lain. Jokowi hanya mengungkapkan keyakinannya bahwa persoalan tempat relokasi PKL rampung.

"Nanti besok atau kapan saya akan cek ke sana (Kawasan Kota Tua). Nanti tak ajak. Rampung, pasti rampung," janjinya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

 Aksi Lempar Botol Warnai Unjuk Rasa di Patung Kuda

Aksi Lempar Botol Warnai Unjuk Rasa di Patung Kuda

Megapolitan
Polisi Belum Bisa Pastikan 7 Korban Kebakaran 'Saudara Frame' Satu Keluarga atau Bukan

Polisi Belum Bisa Pastikan 7 Korban Kebakaran "Saudara Frame" Satu Keluarga atau Bukan

Megapolitan
Demo di Depan Kedubes AS, Koalisi Musisi Bersama KontraS Tuntut Kemerdekaan Palestina

Demo di Depan Kedubes AS, Koalisi Musisi Bersama KontraS Tuntut Kemerdekaan Palestina

Megapolitan
Massa Gelar Demo di Patung Kuda, Tuntut MK Adil Terkait Hasil Pemilu 2024

Massa Gelar Demo di Patung Kuda, Tuntut MK Adil Terkait Hasil Pemilu 2024

Megapolitan
Ada Demo di Patung Kuda, Arus Lalin Menuju Harmoni via Jalan Medan Merdeka Barat Dialihkan

Ada Demo di Patung Kuda, Arus Lalin Menuju Harmoni via Jalan Medan Merdeka Barat Dialihkan

Megapolitan
Ini Daftar Identitas Korban Kebakaran 'Saudara Frame'

Ini Daftar Identitas Korban Kebakaran "Saudara Frame"

Megapolitan
Acungi Jempol Perekam Sopir Fortuner Arogan yang Mengaku TNI, Pakar: Penyintas yang Berani Melawan Inferioritas

Acungi Jempol Perekam Sopir Fortuner Arogan yang Mengaku TNI, Pakar: Penyintas yang Berani Melawan Inferioritas

Megapolitan
Fraksi PKS DKI Nilai Penonaktifan NIK Warga Jakarta yang Tinggal di Daerah Lain Tak Adil

Fraksi PKS DKI Nilai Penonaktifan NIK Warga Jakarta yang Tinggal di Daerah Lain Tak Adil

Megapolitan
Identitas 7 Korban Kebakaran 'Saudara Frame' Belum Diketahui

Identitas 7 Korban Kebakaran "Saudara Frame" Belum Diketahui

Megapolitan
Restorasi Rumah Dinas Gubernur DKI Telan Anggaran Rp 22 Miliar, untuk Interior hingga Kebutuhan Protokoler

Restorasi Rumah Dinas Gubernur DKI Telan Anggaran Rp 22 Miliar, untuk Interior hingga Kebutuhan Protokoler

Megapolitan
144 Kebakaran Terjadi di Jakarta Selama Ramadhan 2024, Paling Banyak karena Korsleting

144 Kebakaran Terjadi di Jakarta Selama Ramadhan 2024, Paling Banyak karena Korsleting

Megapolitan
7 Jenazah Korban Kebakaran 'Saudara Frame' Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen

7 Jenazah Korban Kebakaran "Saudara Frame" Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen

Megapolitan
Kawal Aksi di Sekitar Gedung MK, 2.713 Aparat Gabungan Dikerahkan

Kawal Aksi di Sekitar Gedung MK, 2.713 Aparat Gabungan Dikerahkan

Megapolitan
Perempuan yang Ditemukan Tewas di Pulau Pari Sudah Hilang sejak 9 April 2024

Perempuan yang Ditemukan Tewas di Pulau Pari Sudah Hilang sejak 9 April 2024

Megapolitan
Perempuan Menangis Histeris di Lokasi Kebakaran 'Saudara Frame', Mengaku Ibu dari Korban Tewas

Perempuan Menangis Histeris di Lokasi Kebakaran "Saudara Frame", Mengaku Ibu dari Korban Tewas

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com