Senin, 22 September 2014

News / Megapolitan

"Bosan Lihat Jokowi, Mana Ahok Nih...?"

Kamis, 27 Februari 2014 | 14:43 WIB
Alsadad Rudi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berkeliling mengunjungi kios-kios pedagang di Pasar Ciplak, Cipinang Besar, Jakarta Timur, Kamis (27/2/2014)

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak kalah populer dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Di Pasar Ciplak, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Basuki malah mendapat sambutan lebih meriah daripada Jokowi.

Jokowi dan Basuki dijadwalkan meresmikan pasar tersebut. Tepat pukul 12.21 WIB, keduanya turun dari minibus putih. Pembawa acara menyambutnya melalui pengeras suara, sementara warga menyambut memanggil-manggil nama keduanya.

"Selamat datang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Pasar Ciplak," ujar sang pembawa acara.

Ada jeda saat pembawa acara menyebut nama Gubernur Jakarta Joko Widodo dengan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Sambutan lebih meriah terdengar ketika pembawa acara menyebut nama Basuki. "Pak Ahok... Pak Ahok," ujar warga memanggil-manggil Basuki.

"Bosan lihat Jokowi, mana Ahok nih," celetuk seorang bapak-bapak dari atas motornya.

Begitu juga pada saat keduanya berjalan masuk ke dalam pasar. Jokowi hanya sesekali menghampiri warga yang ada di sekitarnya, sedangkan Basuki tampak jadi rebutan warga, terutama ibu-ibu. Bahkan, ia sampai ditarik-tarik warga yang mengerubunginya.

Pasar Ciplak merupakan salah satu dari 14 pasar tradisional yang direvitalisasi di Jakarta. Selain Pasar Ciplak, ada delapan pasar tradisional lain yang sudah selesai dibangun dan diresmikan. Sebanyak enam pasar tradisional lainnya belum rampung.

Pasar Ciplak berdiri di tanah seluas 5.434 meter persegi. Luas bangunan pasar tersebut ialah 6.892 meter persegi. Di dalam pasar tersebut terdapat 735 tempat usaha, 485 berupa kios, dan 250 berupa los.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Ana Shofiana Syatiri