Penghuni Tipar Cakung Pertanyakan Denda Tunggakan Rusun - Kompas.com

Penghuni Tipar Cakung Pertanyakan Denda Tunggakan Rusun

Robertus Belarminus
Kompas.com - 11/06/2014, 16:53 WIB
KOMPAS.COM/ROBERTUS BELLARMINUS Pihak pengelola rusun di Jakarta Timur menertibkan para penghuni rusun Tipar Cakung, Jakarta Timur, Rabu (11/6/2014). Mereka menunggak uang sewa rusun hingga berbulan-bulan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penghuni di Rusun Tipar Cakung mengatakan mereka harus membayar denda selama membayar cicilan tunggakan sewa yang belum dibayarkan. Para penghuni mempertanyakan penetapan denda yang dinilai ganjil bagi mereka.

"Saya agak enggak percaya. Bunga atau dendanya itu untuk siapa, apa masuk ke pemerintah, apa masuk ke tangan pribadi," kata salah satu penghuni Blok Cendana di Rusun Tipar Cakung, Rio Dallen Mandey (30), Rabu (11/6/2014).

Rio mencontohkan, dalam bukti pembayaran cicilan dia mesti membayar biaya tambahan Rp 70.000 lebih. "Dendanya itu ditulis pakai tangan. Bukan di-print. Jumlahnya itu beda-beda tiap cicilannya," ujar Rio.

Meski begitu, dia mengaku pernah bertanya perihal uang denda tersebut saat mencicil. "Saya tanya katanya masuk ke pemerintah," ujar Rio.

Kepala Unit pengelola rusun wilayah III, Jefyodya Julyan, yang dikonfirmasi mengatakan, denda yang dibebankan kepada warga nantinya akan masuk ke kas negara. Menurut Jefy, jumlah denda memang bervariasi tergantung besarnya tunggakan sewa.

"Dendanya masuk negara. Tergantung berapa tunggakan dan lamanya tunggakan. Kalau sudah kelamaan dan kebanyakan tunggakan jadi tambah ribet," jawab Jefy melalui pesan singkatnya.

PenulisRobertus Belarminus
EditorKistyarini
Komentar