Hotman Persoalkan Polisi Tolak Tes Kebohongan terhadap Ibu Korban JIS - Kompas.com

Hotman Persoalkan Polisi Tolak Tes Kebohongan terhadap Ibu Korban JIS

Kompas.com - 24/07/2014, 11:21 WIB
KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARI Tiga Guru JIS (kanan-kiri) Elsa Donuhu (ED) Kepala sekolah TK JIS dan staf guru JIS Neil Bantleman (NB), pengacara guru JIS Hotman Paris Hutapea dan asisten guru Ferdinant Tjiong (FT) seusai menjalani pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya

JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum dari guru Jakarta International School (JIS), Hotman Paris Hutapea, meminta agar penyidik juga menjalankan tes kebohongan terhadap orangtua korban pencabulan di JIS. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh penyidik.

"Kenapa permintaan kami agar anak dan ibu pelapor juga dites lie detector ditolak oleh penyidik?" kata Hotman Paris dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Kamis (24/7/20104).

Pada awal laporan ini, saat wawancara di JIS, kata Hotman, anak pelapor menyebutkan bahwa pelakunya adalah seseorang yang berambut kuncir dan bermata biru. "Ternyata tersangka Neil Bantleman botak dan tidak bermata biru," kata dia.

"Apalagi tersangka Ferdinant asli Indonesia, matanya tidak biru," ucapnya.

Hotman mengatakan, sesuai keharusan dari penyidik, dua guru JIS, yakni Neil Bantlemen dan Ferdinant Michel alias Ferdinant Tjiong, telah melakukan tes kebohongan. Tes tersebut dilakukan pada Rabu (23/7/2014) kemarin, mulai pukul 11.00 hingga pukul 15.30. Menurut dia, tidak ada tanda keduanya berbohong.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM