Pejabat di DKI Harus Menguasai Segala Bidang - Kompas.com

Pejabat di DKI Harus Menguasai Segala Bidang

Kompas.com - 03/01/2015, 09:20 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Pejabat DKI mensgisi formulir untuk pelaksanaan tes urine. Hal ini sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama agar Pemprov DKI terhindar dari narkoba, Jumat (2/1/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com - Perombakan pejabat yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dianggap memunculkan budaya baru di lingkungan birokrasi di DKI Jakarta. Budaya baru itu yakni para pejabat yang memimpin satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tak lagi harus sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Anggota DPRD DKI Prabowo Soedirman, menilai memang sudah seharusnya pimpinan SKPD tak harus berpatokan pada latar belakang pendidikan orang yang menjabat. Dengan demikian, kata dia, rotasi pejabat akan bisa dilakukan sesering mungkin. [Baca: Kata M Taufik Soal Kebijakan Ahok Evaluasi Pejabat Per Tiga Bulan Sekali]

"Kepala Dinas itu kan decision maker, jadi tidak perlu bidang yang sama. Mereka harus bisa mempelajari seluruh bidang," ucap Prabowo, di Gedung DPRD DKI, Jumat (2/1/2015).

Bagi Prabowo, latar belakang pendidikan seseorang tidak terlalu memegang peranan penting dalam menyukseskan kepemimpinannya di suatu instansi. Karena hal yang paling penting adalah orang tersebut harus memiliki kemampuan manajerial yang baik.

"Kepala dinas itu hanya butuh kemampuan manajerial, yang tinggal disesuaikan dengan kebutuhannya seperti apa," ucap mantan Dirut PD Pasar Jaya itu.


Sebagai informasi, Ahok baru saja merombak jabatan di lingkungan Pemprov DKI, baik di tingkat eselon II, III, dan IV. Perombakan ditandai dengan pelantikan massal 4.800 pejabat di Lapangan Monas pada Jumat pagi kemarin.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorDesy Afrianti
Komentar

Close Ads X