Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Ditanya Identitas, Pria yang Loncat di PIM 1 Malah Tertawa

Kompas.com - 07/05/2015, 20:40 WIB
Unoviana Kartika

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Identitas pria yang melompat di Pondok Indah Mal 1 belum dapat diketahui. Sebab, ia tidak menjawab pertanyaan polisi saat dimintai keterangan.

Kepolsek Kebayoran Lama Komisaris Riftajuddin menduga pria itu mengalami gangguan jiwa. Pria itu juga tidak membawa kartu identitas apapun.

"Saat ditanya malah tertawa, makanya diduga stres," ujar dia saat dihubungi, Kamis (7/5/2015) malam.

Saat ini, pria itu tengah dirawat di RS Fatmawati. Kondisinya sadar, tetapi sedikit terluka. Riftajuddin menjelaskan, tulang tangan kanan pria itu patah.

Patah tulang itu disebabkan oleh tangannya dijadikan tumpuan saat mendarat setelah melompat. Ia terjun dari lantai satu mall ke lantai dasar yang diperkirakan memiliki ketinggian empat meter. [Baca: Pria yang Loncat dari PIM 1 Dibawa ke RS Fatmawati]

Sebelumnya diberitakan pria itu melompat pada Kamis pukul 10.00 WIB. Namun, peristiwa itu baru dilaporkan sorenya kepada pihak kepolisian.

Kabar pria melompat dengan dugaan bunuh diri itu lebih dulu menyebar melalui media sosial Twitter. Sejumlah netizen ramai membicarakan sebuah foto yang menunjukkan seorang pria terkapar di lantai mal.

Dari foto tersebut tampak kepala pria itu mengeluarkan darah. Pria itu terlihat hanya mengenakan celana panjang berwarna coklat. Dari foto tampak petugas keamanan mal sedang memberikan upaya evakuasi kepada pria itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bisakah Beli Tiket Masuk Ancol On The Spot?

Bisakah Beli Tiket Masuk Ancol On The Spot?

Megapolitan
Keseharian Galihloss di Mata Tetangga, Kerap Buat Konten untuk Bantu Perekonomian Keluarga

Keseharian Galihloss di Mata Tetangga, Kerap Buat Konten untuk Bantu Perekonomian Keluarga

Megapolitan
Kajari Jaksel Harap Banyak Masyarakat Ikut Lelang Rubicon Mario Dandy

Kajari Jaksel Harap Banyak Masyarakat Ikut Lelang Rubicon Mario Dandy

Megapolitan
Datang Posko Pengaduan Penonaktifkan NIK di Petamburan, Wisit Lapor Anak Bungsunya Tak Terdaftar

Datang Posko Pengaduan Penonaktifkan NIK di Petamburan, Wisit Lapor Anak Bungsunya Tak Terdaftar

Megapolitan
Dibacok Begal, Pelajar SMP di Depok Alami Luka di Punggung

Dibacok Begal, Pelajar SMP di Depok Alami Luka di Punggung

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Kritik Kinerja Pj Gubernur, Heru Budi Disebut Belum Bisa Tanggulangi Banjir dan Macet

Ketua DPRD DKI Kritik Kinerja Pj Gubernur, Heru Budi Disebut Belum Bisa Tanggulangi Banjir dan Macet

Megapolitan
Rampas Ponsel, Begal di Depok Bacok Bocah SMP

Rampas Ponsel, Begal di Depok Bacok Bocah SMP

Megapolitan
“Semoga Prabowo-Gibran Lebih Bagus, Jangan Kayak yang Sudah”

“Semoga Prabowo-Gibran Lebih Bagus, Jangan Kayak yang Sudah”

Megapolitan
Ketua DPRD: Jakarta Globalnya di Mana? Dekat Istana Masih Ada Daerah Kumuh

Ketua DPRD: Jakarta Globalnya di Mana? Dekat Istana Masih Ada Daerah Kumuh

Megapolitan
Gerindra dan PKB Sepakat Berkoalisi di Pilkada Bogor 2024

Gerindra dan PKB Sepakat Berkoalisi di Pilkada Bogor 2024

Megapolitan
Anggaran Kelurahan di DKJ 5 Persen dari APBD, F-PKS: Kualitas Pelayanan Harus Naik

Anggaran Kelurahan di DKJ 5 Persen dari APBD, F-PKS: Kualitas Pelayanan Harus Naik

Megapolitan
Mobil Mario Dandy Dilelang, Harga Dibuka Rp 809 Juta

Mobil Mario Dandy Dilelang, Harga Dibuka Rp 809 Juta

Megapolitan
Jual Foto Prabowo-Gibran, Pedagang Pigura di Jakpus Prediksi Pendapatannya Bakal Melonjak

Jual Foto Prabowo-Gibran, Pedagang Pigura di Jakpus Prediksi Pendapatannya Bakal Melonjak

Megapolitan
Periksa Kejiwaan Anak Pembacok Ibu di Cengkareng, Polisi: Pelaku Lukai Tubuhnya Sendiri

Periksa Kejiwaan Anak Pembacok Ibu di Cengkareng, Polisi: Pelaku Lukai Tubuhnya Sendiri

Megapolitan
Fahira Idris Paparkan 5 Parameter Kota Tangguh Bencana yang Harus Dipenuhi Jakarta sebagai Kota Global

Fahira Idris Paparkan 5 Parameter Kota Tangguh Bencana yang Harus Dipenuhi Jakarta sebagai Kota Global

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com