RT/RW Respons Aduan di Qlue, Ahok Janjikan Upah Rp 10.000 Per Laporan - Kompas.com

RT/RW Respons Aduan di Qlue, Ahok Janjikan Upah Rp 10.000 Per Laporan

Kompas.com - 06/10/2015, 13:36 WIB
KOMPAS.com/Andri Donnal Putera Salah satu staf Qlue memantau aktivitas yang terjadi di sosial media Qlue, Selasa (11/8/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana mengubah sistem pemberian uang gaji atau operasional bagi ketua rukun tetangga atau rukun warga.

Dia menginginkan gaji para pegawai di RT dan RW akan ditentukan berdasarkan tindak lanjut laporan dari masyarakat melalui program Jakarta Smart City melalui aplikasi berbasis ponsel pintar bernama Qlue.

"Malahan ada RT/RW yang kami urus. Kami lagi dorong RT/RW wajib lapor, jadi uang operasionalnya dari situ. Rp 10.000 per laporan," ujar Basuki di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menilai, program pengaduan melalui aplikasi Qlue saat ini sudah berjalan efektif. Apabila ada pejabat, seperti lurah, camat, hingga wali kota, yang tidak melayani pengaduan masyarakatnya, maka mereka terancam dicopot.

"Bagus, justru kita bisa periksa semua laporan mereka. Dia bisa kita lihat kan. Intinya gimana, kita bisa lihat. Yang pasti, kalau dia enggak mau, lapor atau kita pecat," kata Basuki.

Qlue merupakan aplikasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk wadah penampung semua kepentingan warga. Warga dapat mengadukan semua kejadian, seperti macet, jalan rusak, banjir, penumpukan sampah, hingga pelayanan yang tak maksimal di DKI dan rumah sakit, lewat tulisan ataupun foto.

Laporan dari masyarakat kemudian dipetakan secara digital dan terintegrasi dengan laman smartcity.jakarta.go.id dan Cepat Respons Opini Publik (CROP). Semua aparat Pemprov DKI diwajibkan meng-install aplikasi tersebut, terutama CROP. (Dennis Destryawan)

EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM