Rabu, 29 Maret 2017

Megapolitan

Survei Manilka: Elektabilitas Ahok Menurun

Minggu, 21 Agustus 2016 | 12:51 WIB
Jessi Carina Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menurun dari bulan Juni ke Agustus 2016. Penurunan ini berdasarkan hasil survei dari Manilka Research and Consulting.

"Elektabilitas tetap nomor satu paling atas Pak Ahok. Tapi mengalami penurunan dibanding bulan Juni lalu," kata Managing Director Manilka, Herzaky Mahendra Putra di Bakoel Koffie, Jakarta, Minggu (21/8/2016).

Dari survei tanggal 6-11 Agustus 2016, elektabilitas top of mind Ahok sebesar 43,6 persen. Sementara di bulan Juni, elektabilitas Ahok sebesar 49,3 persen. Meskipun mengalami penurunan sebesar 5,7 persen, elektabilitas Ahok masih di posisi pertama.

Di posisi kedua adalah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dengan perolehan 14,3 persen. Elektabilitas Risma naik dari survei sebelumnya sebesar 6 persen. Di posisi selanjutnya adalah Yusuf Mansyur 9,6 persen, Ridwan Kamil 7,1 persen, Yusril Ihza Mahendra, 5,9 persen, Sandiaga Uno 5 persen, Anies Baswedan 1,4 persen.



Selain itu juga ada Abraham Lunggana 0,9 persen, Djarot Saiful Hidayat 0,9 persen, Rizal Ramli 0,5 persen, Sjafrie Sjamsoeddin 0,5 persen, Budi Waseso 0,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 0,2 persen, siapa pun yang muslim 0,2 persen, tidak memilih 1,1 persen dan belum memutuskan 7,2 persen.

Survei dikakukan dengan wawancara tatap muka di wilayah DKI Jakarta mulai tanggal 6-11 Agustus 2016. Besaran sampel ada 440 responden, dipilihh secara acak bertingkat. Margin of error kurang lebih 4,7 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Baca: Survei Kedaikopi: Elektabilitas Ahok Stagnan)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kahfi Dirga Cahya
Editor : Fidel Ali