Ahok Bakal Bongkar Semua Videotron Berbentuk "Billboard" - Kompas.com

Ahok Bakal Bongkar Semua Videotron Berbentuk "Billboard"

Kurnia Sari Aziza
Kompas.com - 01/10/2016, 12:52 WIB
Twitter Videotron di kawasan Jakarta Selatan yang diduga menayangkan video porno pada Jumat (30/9/2016) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan akan membongkar semua videotron berbentuk billboard. Hal ini menyusul penayangan konten bermuatan pornografi di videotron Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2016).

"Videotron di billboard enggak boleh lagi. Semua videotron yang model-model billboard akan kami bongkar semua," kata Basuki atau Ahok di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2016).

Dia menegaskan tidak akan memperpanjang izin pemasangan videotron berbentuk billboard. Selain itu, Ahok juga tidak menginginkan iklan berbentuk reklame. Sebab, menurut dia, reklame dan billboard kerap membahayakan banyak orang.

"Kami minta nanti LED yang menempel di dinding (kaca) gedung perkantoran saja," kata Ahok.

Sebelumnya, sebuah videotron di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menayangkan adegan video film porno. Tayangan tersebut muncul sekitar pukul 13.00-14.00 WIB.

Durasi yang terdeteksi penayangan video itu selama lebih kurang lima menit. Tayangan itu kemudian diketahui oleh Suku Dinas Komunikasi, Informasi, dan Masyarakat (Kominfomas) Jakarta Selatan. Videotron itu kemudian diputuskan sambungan listriknya.

Videotron yang diduga dibobol oleh hacker tersebut dikelola oleh PT Transito Adiman Jati. Juru bicara PT Transito Adiman Jati, Widhi Krastawan, mengatakan, saat ini pihaknya menyerahkan seluruh penyelidikan ke polisi. Ia meyakini insiden itu adalah sabotase dari pihak luar.

"Ya, kami minta maaf atas gangguan ini, memang ini di luar dugaan, tentu ini problem buat kami, kami langsung melaporkan ke polisi," katanya di kantor PT Transito, Jakarta Barat.

Polisi pun telah mengamankan satu unit CPU untuk penyelidikan kasus tersebut.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKurnia Sari Aziza
EditorFarid Assifa
Komentar