Kata Sandiaga, Mamiek Soeharto Sempat Tanya Isu KJP Bakal Dihentikan - Kompas.com

Kata Sandiaga, Mamiek Soeharto Sempat Tanya Isu KJP Bakal Dihentikan

Kurnia Sari Aziza
Kompas.com - 03/03/2017, 17:40 WIB
KOMPAS.com/Kahfi Dirga Cahya Cawagub DKI Jakarta nomor 2, Sandiaga Uno di DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur nomor pemilihan tiga DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, putri bungsu Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto, Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek sempat menanyakan mengenai kabar akan diberhentikannya program Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Jika dirinya berhasil memenangkan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

"Dia tanya tuh program KJP, benar enggak mau diputusin. Jadi kalau selevel Bu Mamiek sampai tanya begitu berarti di level masyarakat menengah ke bawah, lebih masif lagi (isunya)," kata Sandiaga, di Meradelima, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/2017).

Sandiaga membantah kabar tersebut. Sandiaga memastikan dirinya bersama calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan menghapus program KJP. Justru, kata dia, KJP akan dilanjutkan hingga tingkat universitas dan dapat ditarik tunai.

"Tolong di-counter dan diklarifikasi karena santer banget dari grup WhatsApp, kalau program tersebut akan dihapus. Enggak, saya bilang, enggak. Kami akan teruskan fasilitas dan manfaatnya," kata Sandiaga.

Adapun KJP merupakan program jaminan pendidikan kepada anak-anak yang kurang mampu. Program ini digagas saat pemerintahan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Adapun dana KJP ini dalam bentuk saldo di dalam rekening Bank DKI. (Baca: Sandiaga Mengaku Diingatkan Mamiek Soeharto agar Jangan Sombong)

Dana ini tidak dapat ditarik tunai untuk menanggulangi kecurangan. Selain itu, program KJP juga telah diperluas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi Kartu Jakarta Menengah Unggul (KJMU) bagi pemegang KJP yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Kompas TV Benarkah ada dukungan Titiek Soeharto untuk pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Lalu apakah ini bisa diartikan ada perbedaan di tubuh Golkar dalam mendukung pasangan Ahok-Djarot di putaran kedua pilkada Jakarta? Kompas Petang akan membicarakannya bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono dan pengamat politik LIPI, Ikrar Nusa Bakti.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKurnia Sari Aziza
EditorFidel Ali
Komentar

Close Ads X