Minggu, 26 Maret 2017

Megapolitan

Saksi Sidang Ahok: Di Bangka Belitung Ada Ajakan Jangan Pilih Pemimpin Non-muslim

Selasa, 7 Maret 2017 | 11:55 WIB
AFP PHOTO / POOL / Tatan SYUFLANA Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berada di ruang sidang PN Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Eko Cahyono, saksi pertama yang dihadirkan terdakwa Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dalam sidang kasus dugaan penodaan agama menceritakan ada banyak ajakan jangan pilih pemimpin non muslim saat musim Pilkada.

Hal itu diungkapkan Eko di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara di auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).

"Ada banyak di Provinsi Bangka Belitung. Mereka (warga) dilarang pilih pemimpin non muslim. Disampaikan juga di masjid saat shalat Jumat sama ditulis di selebaran-selebaran. Itu hal biasa di sana," kata Eko.

Eko merupakan calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Ahok pada Pilkada Provinsi Bangka Belitung dulu. Menurut Eko, kebanyakan penduduk di Bangka Belitung beragama Islam dan mereka menghormati sosok Ahok berikut keluarganya di sana.

"Karena waktu Pak Ahok di Belitung Timur, banyak membawa perubahan. Warga senang dengan Pak Ahok. Soal jangan pilih pemimpin non muslim baru ada pas Pilkada itu," tutur Eko.

Terkait dengan perkara yang dialami Ahok, yaitu mengenai ucapan Surat Al-Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, disebut Eko tidak melihat secara langsung. Dia melihat dari tayangan YouTube yang diunggah akun resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Saya lihat itu Pak Ahok tidak ada niat menodai agama. Dia cuma kasih tahu kalau ada oknum yang pakai agama untuk tujuan tertentu," ujar Eko.

Kompas TV Sidang ke-12 kasus dugaan penodaan agama, kembali digelar hari ini (28/2) di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Agenda sidang, mendengarkan keterangan 2 orang ahli. Hadir sebagai ahli dalam sidang kasus dugaan penodaan agama, dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama adalah pimpinan FPI Rizieq Shihab, sebagai ahli agama. Selain itu, sidang juga menghadirkan Abdul Chair Ramadhan sebagai ahli hukum pidana. Abdul Choir, sedianya dimintai keterangan pada sidang sebelumnya, namun berhalangan datang.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Andri Donnal Putera
Editor : Fidel Ali
TAG: