Saksi Sebut Ada Selebaran soal Kriteria Pemimpin Saat Ahok Cagub Babel - Kompas.com

Saksi Sebut Ada Selebaran soal Kriteria Pemimpin Saat Ahok Cagub Babel

Akhdi Martin Pratama
Kompas.com - 14/03/2017, 12:11 WIB
Kompas.com/Akhdi Martin Pratama Suasana persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com -
Mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Belitung, Juhri, menjadi saksi pertama yang bersaksi dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Dalam kesaksiannya, Juhri menceritakan maraknya selebaran mengenai kriteria memilih pemimpin saat Ahok maju menjadi calon gubernur Bangka Belitung pada 2007.

"Kalau ada kandidat (gubernur) non-muslim pasti muncul selebaran ini (di Bangka Belitung). Kalau muslim (semua calon gubernurnya), pasti enggak muncul (selebarannya)," ujar Juhri dalam persidangan di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).

Juhri menambahkan, saat pilkada tersebut ada lima pasangan calon yang berkompetisi dan hanya Ahok cagub non-muslim, sedangkan cawagub yang non-muslim adalah Anton Gozali.

Menrut Zuhri, selebaran tersebut ditujukan kepada Ahok.

"Pemimpin itu nomor satu (cagub), nomor dua (cawagub) tidak dipersoalkan, kalau sekadar wakil tidak terlalu dipermasalahkan," ucap dia.

Menurut Juhri selebaran mengenai seruan memilih pemimpin yang seakidah tersebut hanya terjadi saat momen pilkada saja.

"Kalau saat pilkada (selebaran) munculnya secara spontan, sporadis," kata Juhri.

Adapun Juhri dihadirkan sebagai saksi meringankan Ahok.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Kompas TV Sidang ke-12 kasus dugaan penodaan agama, kembali digelar hari ini (28/2) di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Agenda sidang, mendengarkan keterangan 2 orang ahli. Hadir sebagai ahli dalam sidang kasus dugaan penodaan agama, dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama adalah pimpinan FPI Rizieq Shihab, sebagai ahli agama. Selain itu, sidang juga menghadirkan Abdul Chair Ramadhan sebagai ahli hukum pidana. Abdul Choir, sedianya dimintai keterangan pada sidang sebelumnya, namun berhalangan datang.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAkhdi Martin Pratama
EditorIndra Akuntono
Komentar

Close Ads X