Sopir Ahok: Anak Pak Basuki Sering Ingatkan Anak Saya untuk Sembahyang - Kompas.com

Sopir Ahok: Anak Pak Basuki Sering Ingatkan Anak Saya untuk Sembahyang

Kurnia Sari Aziza
Kompas.com - 14/03/2017, 14:41 WIB
Kompas.com/Akhdi Martin Pratama Suasana persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Suyanto, sopir terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), mengaku berhubungan baik dengan tuannya serta anggota keluarganya.

Suyanto yang bekerja pada Ahok di Belitung Timur itu yakin Ahok tidak melakukan penodaan agama seperti yang dituduhkan.

(Baca juga: Teman SD Ceritakan Sikap Ahok terhadap Muslim di Babel)

Ia menyampaikan hal ini saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).

Suyanto merupakan saksi meringankan yang dihadirkan tim kuasa hukum Ahok. Menurut Suyanto, hubungan baik juga terjalin antara anaknya dan anak Ahok.

"Saya punya anak 19 tahun dan dia berteman baik dengan anaknya Pak Basuki, Nicholas. Bahkan Nicholas sering mengingatkan anak saya yang kuliah di Bandung, agar jangan lupa sembahyang," kata Suyanto menjawab pertanyaan kuasa hukum Ahok, Josephina.

Suyanto mengaku telah mengenal Ahok dan keluarganya sejak 1989. Dalam kesaksiannya, Suyanto mengaku sering diajak Ahok menginap di rumahnya, di Gantong, Belitung Timur.

Kemudian, Suyanto dipekerjakan sebagai sopir di perusahaan Ahok, PT Nurindra Eka Persada. Suyanto kemudian menjadi sopir pribadi Ahok ketika dia dan keluarganya pulang ke Belitung Timur.

"Apa pernah saat saksi menyopiri terdakwa, saksi disarankan untuk shalat terlebih dahulu?" tanya Josephina.

"Pernah, waktu itu hari Jumat. Saya disuruh sembahyang dulu, Pak Basuki tunggu di mobil," kata Suyanto. Ia juga mengaku sering menginap dan tidur di kamar Ahok di Gantong.

(Baca juga: Hakim Tegur Saksi karena Lirik-lirik Ahok)

Selain Suyanto, ada dua saksi meringankan lainnya yang dihadirkan penasehat hukum Ahok, yakni mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Belitung Juhri dan tetangga Ahok di Belitung Timur, Fajrun.

Kompas TV Sidang ke-12 kasus dugaan penodaan agama, kembali digelar hari ini (28/2) di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Agenda sidang, mendengarkan keterangan 2 orang ahli. Hadir sebagai ahli dalam sidang kasus dugaan penodaan agama, dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama adalah pimpinan FPI Rizieq Shihab, sebagai ahli agama. Selain itu, sidang juga menghadirkan Abdul Chair Ramadhan sebagai ahli hukum pidana. Abdul Choir, sedianya dimintai keterangan pada sidang sebelumnya, namun berhalangan datang.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKurnia Sari Aziza
EditorIcha Rastika


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM