Giring Nidji Dilaporkan ke Bawaslu atas Dugaan Politik Uang - Kompas.com

Giring Nidji Dilaporkan ke Bawaslu atas Dugaan Politik Uang

Nursita Sari
Kompas.com - 14/03/2017, 18:52 WIB
KOMPAS.com/Dian Reinis Kumampung Vokalis Giring Nidji saat diabadikan dalam acara gala premiere Petualangan Singa Singa Pemberani Atlantos 2 di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (5/1/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Giring Nidji dan dua orang lainnya dilaporkan ke Bawaslu DKI Jakarta atas dugaan politik uang.

Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri mengatakan, Giring dan dua orang lainnya itu disebut telah membagikan sembako dengan memakai baju kotak-kotak khas pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat.

"Yang dilaporkan itu dugaan politik uang, pembagian sembako di Kampung Melayu. Salah satu yang dilaporkan itu Saudara Giring," kata Jufri saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/3/2017).

Baca juga: Giring Nidji Bantah Lakukan Politik Uang

Jufri mengatakan, Bawaslu DKI akan meminta keterangan dari pelapor, terlapor, dan saksi-saksi. Penanganan pelanggaran dilakukan selama lima hari sejak resmi dilaporkan pada Senin (13/3/2017) oleh pelapor yang didampingi Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).

"Hari Senin baru dilaporkan resmi karena yang pertama (hari Sabtu) itu belum lengkap laporannya. Pelapornya tidak bawa identitas," kata dia.

Bawaslu DKI Jakarta bersama polisi dan jaksa yang tergabung dalam tim sentra penegakan hukum terpadu (gakkumdu) akan mencari tahu latar belakang Giring Nidji dan kedua terlapor lainnya dalam membagikan sembako pada Jumat (10/3/2017) lalu.

"Kami enggak tahu pendukung ( Ahok- Djarot) apa enggak. Yang jelas ada masyarakat, dilaporkan dua orang. Yang dilihat membagikan itu sebagian pakai baju kotak-kotak," kata Jufri.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisNursita Sari
EditorEgidius Patnistik
Komentar

Close Ads X