Minggu, 26 Maret 2017

Megapolitan

Djarot Bilang Tak Perlu Ijazah untuk Jadi "Pasukan Merah"

Minggu, 19 Maret 2017 | 13:29 WIB
KOMPAS.com/JESSI CARINA Cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat berbincang dengan ibu rumah tangga saat blusukan di Jalan Buaran 1, Klender, Minggu (19/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, kembali mempromosikan rencana pembentukan "pasukan merah" ketika ia blusukan di Jalan Buaran I, Klender, Minggu (19/3/2017).

Djarot mengatakan kepada warga bahwa Pemprov DKI akan merekrut 20 warga tiap kelurahan untuk dijadikan pasukan merah.

"Nanti mereka akan dididik khusus sebagai tukang pasang atap baja ringan, pasang keramik," ujar Djarot.

(Baca juga: Ahok Ingin Ciptakan "Pasukan Merah" karena Gagal Realisasi Kampung Deret)

Ia mengatakan, pasukan merah ini akan digaji sesuai dengan upah minimum regional (UMR). Selain itu, keluarga mereka akan diberi tunjangan kesehatan dan pendidikan.

Djarot mengatakan, syarat untuk menjadi pasukan merah tidaklah susah.

"Syaratnya apa? Masih muat dan mau bekerja. Ijazah perlu enggak? Enggak perlu, yang penting bisa baca tulis," ujar Djarot.

Ia mengatakan, program renovasi rumah kumuh ini sebenarnya bukan pertama kali dibuatnya.

(Baca juga: Apa Itu "Pasukan Merah"? Ini Penjelasan Ahok)

Program ini bermanfaat bagi warga karena orang yang direkrut sebagai pasukan merah untuk merenovasi rumah tersebut adalah warga setempat.

"Orang yang kita rekrut inilah yang nanti akan mengawal dan akan merenovasi rumah kumuh yang di pemukiman padat," kata Djarot.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Jessi Carina
Editor : Icha Rastika
TAG: