Rabu, 29 Maret 2017

Megapolitan

Pihak Terminal Rambutan Minta PO Cek Kendaraan untuk Persiapan Mudik

Senin, 20 Maret 2017 | 13:16 WIB
Kompas.com/Robertus Belarminus Terminal Bus Kampung Rambutan di Jakarta Timur. Senin (20/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Terminal Bus AKAP Kampung Rambutan Emiral August mengatakan, untuk persiapan menyambut musim mudik mendatang, para perusahaan otobus (PO), yang kendaraannya masuk Terminal Kampung Rambutan, sudah diminta untuk melakukan pengecekan kendaraan mulai sekarang. 

"Untuk menghadapi musim mudik, kami koordinasi terus bahwa mereka (PO) harus sudah mempersiapkan bus yang akan jadi angkutan Lebaran. Mereka harus dari sekarang mempersiapkan, seperti laik jalan dan surat kendaraan," kata Emiral, di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (20/3/2017).

(Baca juga: PKL di Terminal Kampung Rambutan Kompak Kerja Bakti Setiap Jumat )

Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan para PO terkait ketersediaan bus. Jika tahun lalu bus yang melayani angkutan mudik Lebaran kurang, tahun ini diharapkan para PO bisa menyediakan bus cadangan untuk mengantisipasi hal tersebut. 



"Nanti (saat mulai musim mudik) juga sopir-sopir itu wajib cek kesehatan dan ada uji kendaraan," ujar Emiral.

Pihaknya juga terus mengatasi masalah calo. Menurut dia, pegawai loket penjualan tiket sudah lama diwajibkan berseragam dan mengenakan tanda pengenal.

Dengan ini, ia berharap masyarakat mengurus tiket hanya dengan petugas loket berseragam resmi.

Spanduk agar masyarakat berurusan hanya dengan pegawai berseragam dan menghindari calo tersebut sudah dipasang di area tunggu penumpang.

(Baca juga: Banyak Penumpang Bus Fanatik di Terminal Kampung Rambutan)

Menurut Emiral, sudah ada 14 PO bus yang dilarang masuk ke terminal ini karena menaikkan tarif tidak sesuai ketentuan dan pemaksaan terhadap penumpang.

Pegawai loket PO bus yang kedapatan memainkan tarif sepihak juga terancam dikenakan sanksi berat.

"Kalau macam-macam karyawannya (di loket PO), mobilnya kita bekukan. Kalau mau mobilnya masuk lagi, karyawannya (yang macam-macam) itu harus dipecat," ujar Emiral.

Kompas TV 10.000 Pemudik Tiba di Kampung Rambutan



Penulis: Robertus Belarminus
Editor : Icha Rastika
TAG: