Membenahi Manajemen Transjakarta - Kompas.com

Membenahi Manajemen Transjakarta

Darmaningtyas
Kompas.com - 21/03/2017, 09:12 WIB
Alsadad Rudi Sejumlah penumpang transjakarta yang sedang mengantri tiket di Halte Terminal Blok M, Senin (11/8/2014), yang merupakan pemberlakuan hari pertama wajib tiket elektronik di koridor 1.

Bagi anggota masyarakat awam yang tidak mengikuti perkembangan Transjakarta Busway, dari awal hingga sekarang, tentu akan menilai bahwa layanan Transjakarta sekarang sudah baik. Hal itu ditunjukkan dengan bertambahnya armada, jalurnya yang semakin steril, dan masa tunggu di halte tidak terlalu lama lagi, berbeda dengan setahun silam. 

Tetapi bagi mereka yang mengikuti perkembangan Transjakarta sejak awal, bisa melihat banyak masalah yang merupakan cermin kemunduran manajerial. Baik dalam hal layanan terhadap penumpang, hubungan manajemen dengan karyawan, maupun hubungan kelembagaan dengan para operator.

Pada tulisan bagian pertama ini, khusus membahas mengenai layanan terhadap penumpang saja. Isu yang lain akan dibahas pada tulisan berikutnya.

Mengalami kemunduran

Kompas.com/Robertus Belarminus Halte Transjakarta Semanggi, di Jakarta Pusat. Jumat (1/8/2014).
Bagi seorang penumpang Transjakarta, maju mundurnya layanan Transjakarta itu akan terlihat dari beberapa indikator, antara lain: mudah tidaknya memperoleh tiket, mendapatkan armada yang akan dinaiki, tingkat keamanan, kenyamanan, dan keselamatan dalam perjalanan; serta layanan di halte.

Dari sejumlah indikator tersebut, tampaknya yang mengalami perbaikan baru kondisi bus saja. Itu pun karena adanya bantuan dari Pemerintah Pusat melalui pengoperasian bus biru oleh PPD. Kemudahan mendapatkan tiket (dalam arti luas) dan layanan di halte mengalami kemunduran dan cenderung lebih buruk.

Memburuknya layanan terhadap penumpang itu diperlihatkan dari ketersediaan petugas di halte-halte. Sejak awal pengoperasian Transjakarta (15 Januari 2004), di setiap halte terdapat sedikitnya tiga petugas, yaitu penjaga loket, penjaga gate, dan penjaga halte kedatangan bus.

Page:
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X