Djarot Minta Pemerintah Pusat Tindak Ormas yang Goyahkan Pancasila - Kompas.com

Djarot Minta Pemerintah Pusat Tindak Ormas yang Goyahkan Pancasila

David Oliver Purba
Kompas.com - 20/05/2017, 11:39 WIB
Kompas.com/David Oliver Purba Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat meresmikan toko modern Jakmart di Pasar Jatibening, Jakarta Timur, Jumat (19/5/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta Pemerintah Pusat menindak tegas organisasi massa (ormas) yang dinggap melakukan intimidasi hingga radikalisme yang memecah masyarakat.

Djarot menilai, seharusnya ormas radikal tak bisa hidup di negara yang berideologi Pancasila ini.

Kehadiran ormas radikal, kata Djarot, hanya menimbulkan perpecahan dan mencederai persatuan.

(Baca juga: Djarot Berharap Sisi Negatif Pilkada DKI Tak Terjadi di Daerah Lain)

Djarot mengatakan bahwa rakyat akan mendukung penuh apa yang dilakukan oleh pemerintah.

"Itu ranah pusat, makanya jangan ragu-ragu ketika ada ormas yang mau goyahkan Pancasila, jangan ragu untuk menindak. Rakyat akan mendukung," ujar Djarot usai kegiatan "Jalan Damai Kebangsaan" bersama sejumlah tokoh agama di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017).

Pernyataan itu juga disampaikan Djarot sebagai jawabannya dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada hari ini.

Penindakan ormas radikal, kata Djarot, sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari pemerintah pusat.

(Baca juga: Djarot Bantah Konser "Indonesia Bangkit" Simbol Solidaritas untuk Ahok)

Djarot berharap masyarakat tidak ikut menindak ormas dengan cara-cara yang radikal juga.

"Mencegah dengan cara-cara damai, mendoakan agar yang seperti itu diberikan cahaya penerangan supaya kembali menjadi warga negara yang sadar bahwa ideologi Pancasila yang paling cocok dan sesuai untuk negara Indonesia," ujar Djarot.

Kompas TV Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku belum memiliki rencana untuk bertemu dan berdiskusi dengan tim sinkronisasi Anies-Sandi.

PenulisDavid Oliver Purba
EditorIcha Rastika
Komentar

Close Ads X