Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Persekusi terhadap Remaja di Cipinang - Kompas.com

Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Persekusi terhadap Remaja di Cipinang

Akhdi Martin Pratama
Kompas.com - 03/06/2017, 13:51 WIB
Kompas.com/Akhdi Martin Pratama Tersangka kasus persekusi Cipinang Abdul Majid (22) dan Mat Husin alias Ucin di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi memutuskan menahan dua tersangka kasus persekusi terhadap M (15). Kedua tersangka tersebut, yakni Abdul Majid (22) dan Mat Husin alias Ucin (57).

"AM dan M mulai semalam resmi kami tahan," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan saat dihubungi, Sabtu (3/6/2017).

Hendy menambahkan, saat ini penyidik masih memeriksa saksi-saksi yang mengetahui persekusi tersebut. Menurut dia, tak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya dalam kasus ini.

"Saat ini sudah 8 saksi kita minta keterangan," kata Hendy.

Abdul Majid (22) dan Mat Husin alias Ucin (57) dalam kasus ini dijerat Pasal 80 ayat 1 jo Pasal 76c UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Baca: Kapolres Solok Kota Dicopot Gara-gara Kasus Persekusi

Video persekusi yang dilakukan sekelompok orang terhadap M itu beredar luas di media sosial.

Video berdurasi sekitar dua menit tersebut diduga terjadi di sebuah pos RW di kawasan Cipinang, Jakarta Timur.

Dalam video itu, M dikerumuni belasan orang yang diduga berasal dari ormas tertentu. Remaja berkacamata itu dituduh telah mengolok-olok salah satu ormas beserta pimpinannya melalui unggahan di media sosial.

Baca: Fenomena Persekusi dari Kacamata Pemimpin Jakarta...

Selain mendapat kekerasan secara verbal, remaja berusia 15 tahun tersebut tampak mendapat kekerasan secara fisik.

Dia dipaksa untuk meminta maaf dan mengakui perbuatannya. M juga diancam akan dilukai jika mengulangi perbuatan serupa.

Kompas TV Kapolri Jenderal Tito Karnavian Copot Kapolres Solok

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAkhdi Martin Pratama
EditorDian Maharani

Komentar

Close Ads X