Kalibata City Bantah Mainkan Tarif Listrik dan Air di Apartemen - Kompas.com

Kalibata City Bantah Mainkan Tarif Listrik dan Air di Apartemen

Nibras Nada Nailufar
Kompas.com - 19/06/2017, 18:15 WIB
KOMPAS.com/Dea Andriani Kompleks hunian di Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2027).

JAKARTA, KOMPAS.com - General Manager Kalibata City Ishak Opung membantah pihaknya memainkan tarif listrik dan air. Ia membanah tuduhan warga yang tertuang dalam gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Enggak ada, saya pernah sampaikan ke beberapa media bahwa tidak ada pernah naikin atau mark-up tagihan air dan listrik. Saya kira itu sesuai dengan aturan pemerintah kok," kata Ishak ketika dihubungi, Senin (19/6/2017).

Ishak merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 Tahun 2015 tentang Penyediaan Tenaga Listrik. Pihaknya juga membantah klaim warga bahwa Badan Pengelola tidak transparan dalam mengelola uang warga.

Baca: Penghuni Apartemen Kalibata City Gugat Pengembang dan Badan Pengelola Rp 13 Miliar

Ia mengaku setiap bulan selalu menempelkan laporan keuangan di mading tower-tower warga. Menurut Ishak, masalahnya adalah warga terlalu sering mengeluh meski pihaknya sudah sering mencari jalan tengah melalui mediasi.

"Berapa kali (mediasi), aduh mereka ini udah beberapa kali mereka juga pernah komplain. Saya mikir banyak maunya, untuk hal-hal komplain," ujarnya.

Ishak menyatakan pihaknya siap mengikuti proses persidangan. Termasuk mematuhi keputusan hakim jika gugatan warga dikabulkan.

"Hukum menentukan seperti apa kami ikut kok," kata Ishak.

Baca: Kenapa Hanya 13 Penghuni yang Gugat Pengelola Apartemen Kalibata City?

Sejak pertama dihuni pada 2010, serentet keluhan datang dari sejumlah penghuni apartemen Kalibata City. Mereka antara lain mengeluhkan belum diterimanya sertifikat, tidak berfungsinya pengolahan limbah, hingga tagihan listrik, air, dan iuran pemeliharaan lingkungan (IPL) yang dianggap tidak transparan.

Sebanyak 13 warga akhirnya menggugat pengembang dan pengelola ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan kerugian mencapai Rp 13 miliar.

Pengelola juga dituntut untuk menarik tagihan listrik dan air sesuai aturan. Gugatan ini akan dibacakan pada sidang tanggal 17 Juli 2017.

PenulisNibras Nada Nailufar
EditorDian Maharani
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM