Djarot Minta Wali Kota Perhatikan Trotoar di Wilayah Masing-masing - Kompas.com

Djarot Minta Wali Kota Perhatikan Trotoar di Wilayah Masing-masing

Andri Donnal Putera
Kompas.com - 17/07/2017, 13:07 WIB
Polisi merazia pengendara sepeda motor yang melintasi trotoar di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017). Pengendara sering memanfaatkan trotoar untuk memotong jalan agar bisa lebih cepat ketimbang melewati jalan raya.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Polisi merazia pengendara sepeda motor yang melintasi trotoar di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017). Pengendara sering memanfaatkan trotoar untuk memotong jalan agar bisa lebih cepat ketimbang melewati jalan raya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan, trotoar yang sudah diperbaiki dan dalam kondisi bagus harus terus dijaga oleh para wali kota yang ada di Jakarta. Djarot mengemukakan hal itu saat menanggapi viralnya video tentang penyalahgunaan fungsi trotoar oleh pengendara sepeda motor dan pedagang kaki lima.

"Ini harus kita jaga bersama. Kalau ada PKL yang mengokupasi itu dia harus mundur, tidak boleh. Saya tegaskan kepada para wali kota," kata Djarot usai rapat pimpinan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/7/2017) siang.

Lihat juga: Djarot: Kendaraan yang Melintas di Trotoar Itu Kurang Ajar

Selain kepada wali kota, Djarot secara spesifik juga berpesan kepada personel Satpol PP yang berwenang menindak setiap pelanggaran peraturan daerah yang berkaitan dengan ketertiban umum. Menurut Djarot, Satpol PP tidak perlu segan-segan menertibkan para pelanggar karena trotoar tidak hanya dilintasi pejalan kaki, tetapi harus ramah terhadap penyandang disabilitas.

"Juga trotoar sudah bagus jangan di tengah-tengahnya dikasih pot, karena ada beberapa masih ada pot bunga. Terus ngapain ada trotoar?" kata Djarot.

Sterilisasi terhadap trotoar kembali digalakkan setelah muncul video dari Koalisi Pejalan Kaki yang menayangkan momen imbauan kepada tukang ojek untuk tidak melintas di trotoar. Video itu viral di media sosial.

Lokasi pengambilan video di trotoar Jalan Kebon Sirih, yang dekat dengan Balai Kota itu. Imbauan itu tidak berjalan mulus. Situasi sempat panas karena sejumlah tukang ojek tidak terima mereka dilarang melintas di trotoar. 

Baca juga: Saya Buru-buru Pak, Trotoarnya kan Lagi Kosong

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAndri Donnal Putera
EditorEgidius Patnistik
Komentar

Close Ads X