LPSK Akan Bantu Keluarga Pria yang Dihakimi Massa di Bekasi - Kompas.com

LPSK Akan Bantu Keluarga Pria yang Dihakimi Massa di Bekasi

Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Kompas.com - 09/08/2017, 19:00 WIB
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo, saat berkunjung ke pemakaman MA di TPU Kedondong, Kampung Harapan Baru, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (9/8/2017).KOMPAS.COM/Anggita Muslimah Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo, saat berkunjung ke pemakaman MA di TPU Kedondong, Kampung Harapan Baru, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (9/8/2017).

BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo mengatakan akan membantu keluarga MA, pria yang telah dihakimi massa di Bekasi.

"LPSK hadir untuk menemui keluarga korban. Maksud LPSK ini adalah untuk menanyakan kira-kira yang diperlukan keluarga ini bantuan dalam bentuk apa," ujar Hasto saat berkunjung ke pemakaman MA di TPU Kedondong, Kampung Harapan Baru, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (9/8/2017).

Ia menjelaskan, LPSK ini mempunyai mandat dari negara untuk bisa memberikan bantuan, selain memberikan perlindungan kepada saksi dan korban.

"LPSK itu memiliki mandat untuk memberikan bantuan korban maupun saksi dalam bentuk rehabilitasi medis, rehabilitasi psikologis maupun psikososial," kata Hasto.

Baca: Keluarga dan Pengacara Kecewa Tak Bisa Lihat Autopsi Jenazah MA

Hasto menjelaskan sudah bertemu dengan kuasa hukum keluarga MA. LPSK menunggu tanggapan dari keluarga MA soal apa saja yang dibutuhkan.

Dia memberikan contoh, jika keluarga membutuhkan lapangan kerja, maka LPSK akan membantu bekerja sama dengan departemen tenaga kerja.

Sedangkan, jika berhubungan dengan pendidikan putranya, maka akan dibantu bekerjasama dengan kementrian pendidikan agar sang anak mendapatkan perhatian.

Adapun MA dikeroyok dan dibakar di Pasar Muara Bakti, Desa Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi pada 1 Agustus 2017. MA dihakimi massa karena dituduh sebagai pencuri amplifier milik Mushala Al Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Baca: Ini Peran Lima Pelaku Kasus Pembakaran MA di Bekasi

Kompas TV Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Main Hakim Sendiri

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAnggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
EditorDian Maharani
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM