Istri MA Minta Bantuan LPSK agar Anaknya Bisa Sekolah - Kompas.com

Istri MA Minta Bantuan LPSK agar Anaknya Bisa Sekolah

Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Kompas.com - 09/08/2017, 20:08 WIB
Siti Zubaedah (tengah) istri dari MA yang menjadi korban main hakim sendiri, menunjukkan surat kuasa hukum didampingi kuasa hukumnya dari Lembaga Konsultan Bantuan Hukum ICMI Bekasi, di kediamannya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/8/2017). Siti menerima pendampingan hukum dalam kasus meninggalnya MA yang dikeroyok dan dibakar hidup-hidup oleh massa akibat diduga melakukan pencurian alat pengeras suara di mushala, sementara polisi masih melakukan penyelidikan dalam kasus tersebut. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc/17.ANTARA FOTO/Risky Andrianto Siti Zubaedah (tengah) istri dari MA yang menjadi korban main hakim sendiri, menunjukkan surat kuasa hukum didampingi kuasa hukumnya dari Lembaga Konsultan Bantuan Hukum ICMI Bekasi, di kediamannya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/8/2017). Siti menerima pendampingan hukum dalam kasus meninggalnya MA yang dikeroyok dan dibakar hidup-hidup oleh massa akibat diduga melakukan pencurian alat pengeras suara di mushala, sementara polisi masih melakukan penyelidikan dalam kasus tersebut. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc/17.

BEKASI, KOMPAS.com - Istri MA, Siti Zubaidah (25) menyambut baik bantuan yang akan diberikan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk keluarganya setelah ditinggalkan MA, pria yang dihakimi massa di Bekasi.

"Ya saya senang, terima kasih LPSK mau membantu saya sama anak," ujar Zubaidah saat ditemui dikediamannya di Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (9/8/2017).

Ia mengatakan, jika nantinya LPSK memberikan bantuan, permintaannya adalah agar putranya bisa sekolah.

"Saya enggak minta banyak-banyak. Yang penting anak saya bisa sekolah aja, jadi disekolahin," kata Zubaidah.

Zubaidah yang ditinggalkan MA, memiliki satu orang putra (AS) berusia empat tahun dan bayi dalam kandungan berusia enam bulan.

Baca: Istri MA Ingin Temui Pelaku yang Menghakimi Suaminya

Putranya, AS, selama ini masih menganggap bahwa Ayahnya hanya tertidur. Zubaidah mengatakan, putranya yang masih kecil belum bisa memahami kondisi yang ada.

Adapun Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo mengatakan akan membantu keluarga MA.

Dia memberikan contoh, jika keluarga membutuhkan lapangan kerja, maka LPSK akan membantu bekerja sama dengan departemen tenaga kerja.

Sedangkan, jika berhubungan dengan pendidikan putranya, maka akan dibantu bekerja sama dengan kementrian pendidikan agar anaknya ini mendapatkan perhatian.

Adapun MA dikeroyok dan dibakar di Pasar Muara Bakti, Desa Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi pada 1 Agustus 2017.

MA dihakimi massa karena dituduh sebagai pencuri amplifier milik Mushala Al Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Baca: LPSK Akan Bantu Keluarga Pria yang Dihakimi Massa di Bekasi

Kompas TV Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Main Hakim Sendiri

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAnggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
EditorDian Maharani
Komentar