Djarot: Kalau Tidak Ada Niat Melunasi Tunggakan Rusun, Keluar Saja... - Kompas.com

Djarot: Kalau Tidak Ada Niat Melunasi Tunggakan Rusun, Keluar Saja...

Jessi Carina
Kompas.com - 11/08/2017, 13:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat seusai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Kamis (10/8/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat seusai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Kamis (10/8/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com -
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta warga yang menunggak tagihan sewa keluar dari rumah susun jika tidak berusaha melunasinya. Djarot menyampaikan hal itu untuk penghuni rusun sederhana sewa yang tidak mau membayar, bukan karena tidak mampu.

"Kalau mereka sudah lama di situ dan tidak ada niat untuk melunasi kewajibannya, ya sudah keluar saja," ujar Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (11/8/2017).

(baca: Begini Cara Penghuni Rusun Curangi Sistem Pembayaran Sewa)

Djarot mengungkapkan, saat ini ada sekitar 11.000 warga yang antre ingin mendapatkan unit rusun dengan biaya sewa rata-rata sekitar Rp 400.000 per bulan. Jika ada penghuni yang tidak membayar sewa karena alasan mahal, Djarot meminta mereka keluar dan mencari tempat tinggal yang lebih murah.

"Barangkali sudah enggak kerasan di sana, enggak mau bayar, enggak ada tanggung jawabnya, bisa sewa ke tempat lain, barangkali lebih murah," kata Djarot.

(baca: Utusan Jokowi Bantu Nek Mimi Lunasi Tunggakan Sewa Rusun Pesakih)

Namun demikian, Djarot memastikan ada bantuan dari Bazis DKI untuk penghuni rusun yang tidak mampu. Djarot meminta pengelola rusun mengidentifikasi para penunggak yang tidak mampu dan yang tidak mau membayar.

"Bagi yang betul-betul tidak mampu ya, tapi bagi yang masih kuat bekerja dan memang tidak mau membayar iuran itu, kami persilakan untuk meninggalkan," kata Djarot.

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, hingga saat ini terdapat 3.008 warga umum dan 6.514 warga terdampak penggusuran yang menunggak sewa rusun. Total tunggakan itu mencapai Rp 32 miliar.

(baca: Sekda DKI Minta Penghuni Rusun Kurangi Merokok agar Mampu Bayar Sewa)

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Agustino Darmawan, mengatakan pihaknya akan mengeluarkan warga umum yang menunggak selama tiga bulan berturut-turut.

Sementara warga terdampak penggusuran tidak perlu mengosongkan unit rusun mereka. Warga terdampak penggusuran diberi kesempatan untuk mencicil tunggakan mereka dengan membuat surat kesanggupan mencicil.

Kompas TV Para penunggak tercatat merupakan penyewa dengan usia produktif. Sebaliknya, penyewa lansia menyetor pembayaran dengan lancar.

PenulisJessi Carina
EditorIndra Akuntono

Komentar