Perluasan Larangan Sepeda Motor Diprediksi Mendapat Protes Keras - Kompas.com

Perluasan Larangan Sepeda Motor Diprediksi Mendapat Protes Keras

Nursita Sari
Kompas.com - 03/09/2017, 11:37 WIB
Pengendara sepeda motor menerobos ke jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017). Pengendara motor masih nekat memasuki dan melintasi JLNT tersebut baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pengendara sepeda motor menerobos ke jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017). Pengendara motor masih nekat memasuki dan melintasi JLNT tersebut baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Iskandar Abubakar mengatakan, perluasan larangan sepeda motor bisa saja diterapkan di Jakarta.

Meski demikian, Iskandar memperkirakan akan ada penolakan besar dari pengemudi sepeda motor atas aturan itu.

"Saya yakin kalau ini diterapkan bisa-bisa saja, tapi akan melalui suatu proses yang cukup berat. Protes akan menjadi keras. Saya dengar, September ini akan ada demo dari pengguna sepeda motor," ujar Iskandar saat dihubungi Kompas.com, Minggu (3/9/2017).

Menurut Iskandar, banyak warga memilih sepeda motor karena biayanya lebih murah dibandingkan menggunakan transportasi umum sekali pun. Waktu tempuhnya pun lebih cepat.

(Baca Larangan Sepeda Motor Melintas di Rasuna Said Masih Dikaji Dishub DKI)

Di sisi lain, risiko kecelakaan yang dialami pengguna sepeda motor lebih tinggi. Selain itu, sepeda motor juga tidak ramah terhadap cuaca. Pengguna sepeda motor akan basah apabila turun hujan.

Iskandar meminta perluasan larangan sepeda motor ditinjau ulang. "Saya kira mau enggak mau, kalau melihat kepada kajian lebih lanjut, perlu ditinjau ulang," ucap Iskandar.

Apabila tetap ingin menerapkan kebijakan tersebut, pemerintah harus menyediakan moda transportasi umum yang murah dan cepat.

Saat ini, moda transportasi umum di Jakarta belum bisa memenuhi kedua hal tersebut.

(Baca Djarot Dapat Usulan untuk Tunda Perluasan Larangan Sepeda Motor)

"Kalau memang angkutan bisa murah dan cepat, maka orang dengan sendirinya akan beralih ke angkutan umum. Sekarang, kecepatannya enggak bisa dicapai, murahnya juga enggak bisa dicapai," kata Iskandar.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperluas larangan sepeda motor. Saat ini, pelarangan sepeda motor hanya berlaku di Jalan Medan Merdeka Barat hingga Jalan MH Thamrin atau Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Pelarangan tersebut akan diperluas di Jalan Jenderal Sudirman atau Bundaran Senayan. Uji coba perluasan larangan sepeda motor rencananya dilakukan pada 12 September 2017.

PenulisNursita Sari
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM