Kasus Bayi Debora Juga Terjadi di Kota Bekasi tetapi... - Kompas.com

Kasus Bayi Debora Juga Terjadi di Kota Bekasi tetapi...

Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Kompas.com - 12/09/2017, 13:22 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.KOMPAS.COM/Anggita Muslimah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

BEKASI, KOMPAS.com – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, kasus yang menimpa bayi Debora di RS Mitra Keluarga Kalideres juga kerap muncul di Kota Bekasi.

“Kasus (bayi Debora) kan sering juga terjadi di sini (Kota Bekasi). Kasusnya rata-rata sama seperti itu, banyak terjadi,” ujar Rahmat saat ditemui di Gedung Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi, Selasa (12/9/2017).

Ia menjelaskan, penolakan terhadap pasien di rumah sakit karena kendala ekonomi seperti halnya tidak dapat membayar uang muka ini sering terjadi, tetapi bukan kepada warga yang memiliki Kartu Sehat.

“Tapi terjadi bukan di Kartu Sehat ya. Jangan disamakan (dengan BPJS). Karena warga yang punya Kartu Sehat di Kota Bekasi tidak dipersulit,” kata Rahmat.

Baca: Dana Jaminan Kesehatan untuk Warga Kota Bekasi Tersisa Rp 39 Miliar

Rahmat mengatakan, untuk warga Kota Bekasi yang memiliki kartu sehat berbasis NIK, bisa mendapatkan fasilitas ruang inap kelas tiga di rumah sakit, tanpa perlu surat rujukan.

Selain itu, kata dia, Pemkot Bekasi sudah bekerja sama dengan beberapa rumah sakit swasta, dan rumah sakit di luar Kota Bekasi, demi mempermudah warga menggunakan Kartu Sehat.

Sebelumnya, bayi Tiara Debora meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu (3/9/2017) lalu setelah disebut tidak menerima penanganan medis memadai karena uang muka perawatan yang diberikan orangtuanya tidak mencukupi.

Awalnya, staf medis memberikan pertolongan pertama saat bayi berusia empat bulan itu dibawa ke rumah sakit tersebut pada Minggu dini hari.

Dokter kemudian memberi tahu bahwa Debora harus dimasukkan ke ruang pediatric intensive care unit (PICU).

Namun, keluarga harus membayar uang muka berjumlah belasan juta rupiah terlebih dahulu. Akhirnya, Debora tak bisa dirawat di ruang PICU karena uang muka tidak mencukupi.

Baca: Setelah Kasus Debora, Ini Instruksi Dinkes untuk Rumah Sakit di Jakarta

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAnggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM