Pengelola RS Mitra Keluarga Kalideres Bisa Dijerat dengan UU Kesehatan - Kompas.com

Pengelola RS Mitra Keluarga Kalideres Bisa Dijerat dengan UU Kesehatan

Kompas.com - 12/09/2017, 15:33 WIB
RS Mitra Keluarga Kalideres yang terletak di Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/9/2017).Kompas.com/Sherly Puspita RS Mitra Keluarga Kalideres yang terletak di Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi tengah menyelidiki kasus meninggalnya bayi Tiara Debora yang disebut tidak mendapat layanan memadai dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pengelola rumah sakit terancam dijerat Undang-Undang Kesehatan jika terbukti sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap Debora.

"Nanti kami lihat dulu fakta-faktanya ya, apakah memenuhi unsur (pidana) atau tidak. Akan kami kenakan pasal 190 UU Kesehatan yaitu membiarkan pasien yang harus ditangani padahal sakit berat," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (12/9/2017).

Argo menambahkan, saat ini penyidik masih mengumpulkan barang bukti dalam kasus tersebut. Rencananya, sejumlah saksi yang akan dimintai keterangan.

Baca: Pihak RS Mitra Keluarga Sudah Datangi Rumah Orangtua Debora

"Ada beberapa saksi yang kami tanyakan dan nanti juga rumah sakit akan kami tanyakan semua. Setelah mendapatkan beberapa saksi dan barang bukti ya pasti akan kami gelar," kata Argo.

Adapun Pasal 190 UU Kesehatan nomor 36 tahun 2009 berisi sebagai berikut:

Pasal 190 (1). Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) atau Pasal 85 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

(2). Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan terjadinya kecacatan atau kematian, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan tersebut dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Baca: Jika Terbukti Bohong, Dinkes DKI Akan Beri Sanksi ke RS Mitra Keluarga

Tiara Debora meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu (3/9/2017).

Bayi berusia empat bulan itu diduga tidak mendapat penanganan medis memadai lantaran uang muka yang diberikan orangtuanya tidak mencukupi untuk biaya perawatan di ruang pediatric intensive care unit (PICU).


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko
Komentar

Terkini Lainnya

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional
Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Megapolitan
Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Megapolitan
CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

Nasional
Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

Internasional
Roro Fitria yang Buat Polisi Kebingungan...

Roro Fitria yang Buat Polisi Kebingungan...

Megapolitan
Ditanya soal Alexis, Anies Jawab 'Anda Pengin Kejutan atau Tidak?'

Ditanya soal Alexis, Anies Jawab "Anda Pengin Kejutan atau Tidak?"

Megapolitan
'Saya Sudah Antre di RPTRA Sejak Jam Lima, tetapi Belum Dapat Barangnya'

"Saya Sudah Antre di RPTRA Sejak Jam Lima, tetapi Belum Dapat Barangnya"

Megapolitan

Close Ads X