Kementerian Kesehatan Ikut Bahas Sanksi bagi RS Mitra Keluarga - Kompas.com

Kementerian Kesehatan Ikut Bahas Sanksi bagi RS Mitra Keluarga

Jessi Carina
Kompas.com - 13/09/2017, 11:55 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto di kantornya, Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto di kantornya, Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto sudah mendengar penjelasan berbagai pihak tentang kasus bayi Tiara Debora yang meninggal di RS Mitra Keluarga Kalideres pada 3 September 2017. Koesmedi sudah menyampaikan semua data yang dia dapatkan tentang kasus itu kepada Kementerian Kesehatan.

"Itu kemarin diolah datanya di (Kemenkes). Nanti mungkin beberapa hari ini akan diadakan rapat lagi," kata Koesmedi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (13/9/2017).

Koesmedi menyatakan, sanksi administratif akan diputuskan melalui rapat dengan tim khusus itu. Tim tersebut bukan hanya dari Dinas Kesehatan tetapi juga dari Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Kadis Kesehatan: Ada Penyimpangan di RS Mitra Keluarga Kalideres

Koesmedi mengatakan, sanksi untuk rumah sakit yang terbukti melanggar bisa bermacam-macam. Dari sanksi teguran lisan, teguran tertulis, dan denda. Bahkan bisa juga sampai kepada pencabutan izin operasional.

Tiara Debora meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, pada 3 September 2017. Debora tidak bisa mendapat perawatan di ruang pediatric intensive care unit (PICU) rumah sakit itu karena tidak mempunyai cukup uang untuk membayar uang muka perawatan yang harus dibayarkan saat itu juga sebesar Rp 19,8 juta.

Lihat juga: Keluarga Bayi Debora Kecewa dengan Dinkes DKI

PenulisJessi Carina
EditorEgidius Patnistik
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM