MRT Jakarta Akan Jadi Objek Vital Nasional - Kompas.com

MRT Jakarta Akan Jadi Objek Vital Nasional

Nursita Sari
Kompas.com - 13/09/2017, 12:21 WIB
Aktivitas pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek pengeboran terowongan untuk angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016). Pengerjaan proyek MRT fase pertama ini diperkirakan rampung pada tahun 2018.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Aktivitas pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek pengeboran terowongan untuk angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016). Pengerjaan proyek MRT fase pertama ini diperkirakan rampung pada tahun 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, moda transportasi mass rapid transit (MRT) Jakarta akan menjadi objek vital nasional (obvitnas).

"MRT itu obvit ya, terutama yang di bawah tanah ya," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (13/9/2017).

Menurut Djarot, Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan kepolisian. Kedua pihak akan menentukan titik objek yang perlu dijaga polisi pengamanan objek vital (pamobvit).

"Kami sedang susun nanti objeknya di mana saja, nanti dengan kepolisian. Kami akan kerja sama lagi untuk penentuan objek vital," kata Djarot.

Lihat juga: Kemenhub Belum Terbitkan Surat Terkait Depo MRT di Kampung Bandan

Pengerjaan proyek MRT untuk fase II (Bundaran HI-Kampung Bandan) telah memasuki tahap penentuan trase. Trase dari Bundaran HI sampai Kota sudah final atau definitif. Sementara itu, trase dari Kota sampai Kampung Bandan masih indikatif karena PT MRT Jakarta masih menunggu kejelasan penggunaan lahan milik PT KAI di Kampung Bandan untuk dibangun depo MRT jalur Utara-Selatan.

PT MRT Jakarta juga akan segera melakukan konsultasi publik dengan pemilik gedung untuk membangun jalur bawah tanah.

"Kemarin MRT datang, kami akan bikin diskusi publik tentang bagaimana pembangunan transportasi terutama MRT di Jakarta," ucap Djarot.

Kompas TV Sebanyak 29 bangunan dan halaman ruko di sepanjang Jalan Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, dibongkar oleh pihak Pemkot Jakarta Selatan, Selasa siang (28/2). Pembongkaran dilakukan karena lahan telah dibayarkan untuk proyek MRT.

PenulisNursita Sari
EditorEgidius Patnistik
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM