Djarot Sebut Pembuat Situs Nikahsirri.com Merendahkan Perempuan - Kompas.com

Djarot Sebut Pembuat Situs Nikahsirri.com Merendahkan Perempuan

Jessi Carina
Kompas.com - 26/09/2017, 15:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/9/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendukung langkah polisi yang menangkap pendiri situs www. nikahsirri.com. Menurut dia, apa yang dilakukan oleh Aris Wahyudi, pemilik situs tersebut, telah merendahkan martabat perempuan.

"Harus ditangkap, itu merendahkan perempuan. Itu kasarnya, maaf ya, jual beli keperawanan," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (26/9/2017).

Djarot mengatakan Aris telah memanfaatkan kemampuan dia dalam bidang teknologi. Selain itu, kata Djarot, apa yang dilakukan Aris merupakan bentuk eksploitasi manusia.

"Itu merupakan eksploitasi manusia," ujar Djarot.

Baca: Pemilik Situs Nikahsirri.com Disebut Sering Menulis Buku Kontroversial

Munculnya situs www.nikahsirri.com yang menawarkan paket pernikahan siri menjadi perbincangan publik setelah diungkap kasusnya oleh kepolisian.

Situs itu menawarkan kepada klien baik pria maupun wanita yang ingin mencari pasangan secara mudah dan diklaim  penuh kepastian. Dengan tagline " Nikah siri, Mengubah Zina Menjadi Ibadah", situs nikah siri mampu menarik ribuan orang bergabung di dalamnya.

Tim Cyber Crime Krimsus Polda Metro Jaya menangkap Aris pada Minggu (24/9/2017). Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan mengatakan, Penangkapan Aris dilakukan setelah Tim Cyber Crime Krimsus Polda Metro Jaya menelusuri situs nikahsirri.com sejak Jumat (22/9/2017).

Baca: Polisi: Ada 2.700 Member Nikahsirri.com, Belum Ditemukan Klien Wanita

Situs itu mulai diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Sabtu (23/9/2017) karena terindikasi memuat konten pornografi dan menyediakan fasilitas lelang perawan yang menjurus ke arah perdagangan manusia.

Kompas TV Sejauh ini, tersangka AW dinyatakan mampu menjawab pertanyaan dengan baik.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisJessi Carina
EditorDian Maharani
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM