Janji Jokowi-Ahok soal Transportasi Publik yang Diharapkan Berlanjut di Era Anies-Sandi - Kompas.com

Janji Jokowi-Ahok soal Transportasi Publik yang Diharapkan Berlanjut di Era Anies-Sandi

Nursita Sari
Kompas.com - 12/10/2017, 07:40 WIB
Aktivitas pekerja menyelesaikan pembangunan Stasiun Depo angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT)  Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017).Pengerjaan proyek MRT fase pertama ini diperkirakan rampung pada tahun 2019.
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOB Aktivitas pekerja menyelesaikan pembangunan Stasiun Depo angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017).Pengerjaan proyek MRT fase pertama ini diperkirakan rampung pada tahun 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan transportasi publik untuk mengatasi kemacetan di Jakarta merupakan salah satu janji Presiden Joko Widodo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) saat Pilkada 2012.

Kala itu, Jokowi-Ahok berjanji akan memperbanyak moda angkutan umum seperti bus transjakarta. Selain itu, mereka juga berjanji untuk merintis pembangunan mass rapid transit ( MRT).

Janji itu pun mulai ditunaikan dengan melakukan groundbreaking proyek MRT Jakarta di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada 10 Oktober 2013.

Saat itu, Jokowi yang masih menjabat gubernur DKI Jakarta menyebut warga telah bermimpi 24 tahun agar Jakarta punya transportasi umum berbasis rel yang modern tersebut.

Hingga saat ini, pembangunan MRT terus berjalan. Pembangunan fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI) telah mencapai 80,15 persen pada akhir September 2017 dan ditargetkan beroperasi Maret 2019. Sementara untuk tahap II (Bundaran HI-Kampung Bandan), penetapan trase mulai dilakukan.

Baca: Integrasikan MRT dan Transjakarta di CSW, DKI Ingin Bangun Sky Bridge


Tak hanya MRT, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta periode 2012-2017 juga membangun light rail transit (LRT) sebagai penunjang Asian Games 2018. Groundbreaking LRT dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-489 DKI Jakarta pada 22 Juni 2016 oleh Ahok.

Saat itu, Ahok telah menjabat sebagai gubernur, menggantikan Jokowi yang menjadi presiden. Pembangunan LRT yang diresmikan Ahok itu masih berjalan hingga saat ini.

Pembangunan dan pembenahan transportasi massal di Jakarta terus berlanjut hingga masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Salah satunya yakni upaya PT Transportasi Jakarta menggandeng perusahaan perseorangan, seperti Kopaja dan Metromini, dalam rangka revitalisasi angkutan umum di Jakarta.

Pada 18 Juli 2017, PT Transjakarta melakukan kerja sama dengan BNI Syariah untuk membantu pengadaan bus sedang bagi perusahaan perseorangan.

Baca: Jam Pulang Kerja, Antrean Penumpang Transjakarta Koridor 13 Membeludak

Di era Djarot, tepatnya pada 16 Agustus 2017, Pemprov DKI Jakarta juga meresmikan Koridor 13 Transjakarta yang melayani rute Ciledug-Kapten Tendean. Koridor 13 menggunakan jalan layang khusus transjakarta yang pembangunannya dimulai oleh Ahok.

Bus transjakarta melintas di koridor 13 Cileduk - Tendean, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017). Layanan transjakarta koridor 13 mulai beroperasi hari ini, meskipun beberapa halte di koridor tersebut masih belum bisa difungsikan. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Bus transjakarta melintas di koridor 13 Cileduk - Tendean, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017). Layanan transjakarta koridor 13 mulai beroperasi hari ini, meskipun beberapa halte di koridor tersebut masih belum bisa difungsikan.

Terobosan sejak era Jokowi

Djarot mengatakan, groundbreaking MRT oleh Jokowi merupakan penanda terobosan pembangunan transportasi publik di Jakarta, kemudian groundbreaking LRT oleh Ahok, hingga dilanjutkan oleh dirinya.

"Khusus sistem transportasi, inilah yang digagas Pak Jokowi, dipertajam dan dilaksanakan dengan keberanian oleh Pak Ahok, dan sekarang saya penutup," kata Djarot, Rabu (11/10/2017).

Djarot menuturkan, pembangunan berbagai transportasi massal yang digagas Jokowi itu harus terus dilanjutkan untuk menyelesaikan kemacetan di Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus tetap konsisten menyelesaikan pembangunan transportasi publik tersebut.

Djarot pun bangga dengan adanya pembangunan transportasi publik lima tahun terakhir ini.

"Saya bangga selama lima tahun ini telah ada perubahan pelayanan dari sisi pengadaan sistem transportasi di Jakarta," kata Djarot.

Dilanjutkan Anies-Sandi

Membenahi Jakarta, lanjut Djarot, tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu periode kepemimpinan atau lima tahun.

Djarot berharap pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai itu bisa dilanjutkan pada masa kepemimpinan selanjutnya, yakni gubernur dan wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Bangun Jakarta lima tahun itu belum cukup karena persoalannya sangat kompleks, maka paling tidak dibutuhkan 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, itupun harus tetap berkelanjutan, tidak boleh terpotong," ujarnya.

Baca: Menhub Pastikan Proyek MRT dan LRT Tak Akan Mangkrak

Djarot yakin Anies-Sandi akan melanjutkan pembangunan di Ibu Kota, termasuk transportasi publik.

"Saya yakin apa yang sudah baik kami letakkan pasti akan dilanjutkan," kata Djarot.

Masa jabatan Djarot akan berakhir pada Minggu, 15 Oktober 2017. Berakhirnya masa jabatan Djarot menjadi penanda berakhir pula periode pemerintahan 2012-2017 yang dimulai oleh Jokowi-Ahok itu.

Anies-Sandi akan dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur pada Senin, 16 Oktober 2017. Keduanya akan dilantik Jokowi di Istana Negara.

Kompas TV Bagaimana suasana operasional Transjakarta koridor 13?

PenulisNursita Sari
EditorDian Maharani
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM