Di Era Ahok, Rute Transjakarta Meluas hingga Pelosok Jakarta - Kompas.com

Di Era Ahok, Rute Transjakarta Meluas hingga Pelosok Jakarta

Alsadad Rudi
Kompas.com - 13/10/2017, 10:19 WIB
Bus transjakarta melintas di koridor 13 Cileduk - Tendean, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017). Layanan transjakarta koridor 13 mulai beroperasi hari ini, meskipun beberapa halte di koridor tersebut masih belum bisa difungsikan. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Bus transjakarta melintas di koridor 13 Cileduk - Tendean, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017). Layanan transjakarta koridor 13 mulai beroperasi hari ini, meskipun beberapa halte di koridor tersebut masih belum bisa difungsikan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak tahun 2015, rute layanan bus transjakarta diperluas. Layanan bus yang tadinya hanya beroperasi di jalan-jalan utama di Kota Jakarta itu kini sudah melayani penumpang ke berbagai pelosok Jakarta, bahkan hingga ke wilayah kota-kota penyangga, seperti ke Bekasi, Depok dan Tangerang.

Jalan-jalan yang dilintasi pun tak lagi tergantung dengan adanya busway atau tidak. Sehingga saat ini, rute-rute yang dilayani bus transjakarta terbagi dua, yakni BRT (bus rapid transit) dan non BRT.

Rute BRT adalah rute yang operasionalnya melintasi busway, sedangkan non BRT adalah rute yang tidak melintasi jalur khusus tersebut.

Pada awal merealisasikan kebijakan ini, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meyakini, memperluas layanan transjakarta bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.

Sebab ia yakin pengguna motor akan lebih memilih naik bus yang nyaman dan murah, ketimbang membawa kendaraan sendiri. Sehingga kemacetan bisa diminimalisir.

Baca: Kini Halte Transjakarta Punya Smart Toilet

Saat beberapa tahun terakhir sampai dengan saat ini, tarif layanan bus transjakarta adalah sebesar Rp 3.500. Tarif ini berlaku sama untuk jarak jauh atau dekat. Dan dengan tarif ini pula, penumpang dapat berpindah rute tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

"Karena orang pasti pada mikir, ngapain saya capek-capek naik motor, bayar bensin Rp 7.000. Mending motor saya titipin lalu saya naik bus dari Tangerang atau Bekasi," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Selasa (22/12/2015). 

Bus transjakarta rute Ciledug-Tegal Parang melintas di Jalan HOS Cokroaminoto, Ciledug, Kota Tangerang, Senin (3/7/2017) siang. Armada bus transjakarta yang melintasi Ciledug dan jalan layang ke Tegal Parang dan Mampang Prapatan masih menjalani uji coba sebelum dioperasikan pada 17 Agustus 2017 mendatang.KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Bus transjakarta rute Ciledug-Tegal Parang melintas di Jalan HOS Cokroaminoto, Ciledug, Kota Tangerang, Senin (3/7/2017) siang. Armada bus transjakarta yang melintasi Ciledug dan jalan layang ke Tegal Parang dan Mampang Prapatan masih menjalani uji coba sebelum dioperasikan pada 17 Agustus 2017 mendatang.
Tidak hanya sekedar memperluas rute, Ahok juga mengajak agar para operator angkutan umum di Jakarta bergabung di bawah naungan PT Transportasi Jakarta. Tentunya dengan syarat menyediakan armada yang memenuhi standar.

Sebab dengan bergabung dengan PT Transjakarta, Ahok menjamin operator angkutan dan para sopir akan mendapat kepastian pendapatan. Pendapatan nantinya akan dihitung berdasarkan jarak kilometer yang ditempuh dan bukan lagi dari jumlah penumpang.

"Kalau enggak, kamu pasti bangkrut bersaing dengan kami. Kamu mau naik metromini butut bayar Rp 4.000 apa bayar Rp 3.500 yang bus AC? Sudah begitu seluruh jaringan transjakarta enggak usah bayar lagi," ujar Ahok.

Baca: Transjakarta Buka 2 Rute Baru, Ciputat-Bundaran HI dan BSD-Slipi

Data PT Transjakarta menyebutkan, saat ini rute yang dilayani bus transjakarta sudah terdiri dari 13 rute BRT yang di dalamnya sudah mencakup 11 rute perpanjangan; 25 rute integrasi dengan stasiun-stasiun kereta; 10 rute ke wilayah kota-kota penyangga; dan delapan rute ke rumah-rumah susun sederhana sewa.

PenulisAlsadad Rudi
EditorDian Maharani
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM