Satlantas Jakut Telah Tilang 5 Mobil Berlampu Rotator dan Strobo - Kompas.com

Satlantas Jakut Telah Tilang 5 Mobil Berlampu Rotator dan Strobo

Ridwan Aji Pitoko
Kompas.com - 13/10/2017, 20:26 WIB
Kepolisian melakukan razia penyalahgunaan lampu isyarat seperti rotator, strobo dan sirine Twitter/TMCPoldaMetro Kepolisian melakukan razia penyalahgunaan lampu isyarat seperti rotator, strobo dan sirine

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama tiga hari melakukan operasi khusus, Satuan Lalu Lintas Wilayah (Satlantaswil) Jakarta Utara telah menilang lima kendaraan yang memasang lampu rotator dan strobo.

"Di Pademangan kemarin sudah menindak dua kendaraan, kemudian di sekitar Yos Sudarso dua kendaraan, dan hari ada satu yang kami tindak. Jadi totalnya lima kendaraan," kata Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Wilayah Jakarta Utara AKP Sugianto, Jumat (13/10/2017).

Baca juga: Menanti Sanksi Tegas untuk Kendaraan Pribadi yang Pasang Rotator

Pengendara yang melanggar penggunaan rotator dan lampu strobo langsung ditilang SIM dan STNK-nya. Polisi juga memerintahkan pengendara mencopot atribut rotator dan lampu strobo tersebut.

"Oleh sebab itu, kami mengimbau sehubungan dengan adanya operasi atau tidak ada operasi mohon masyarakat yang memiliki atau ada keinginan memiliki rotator atau strobo tolong dihentikan, kemudian yang memiliki mohon untuk dicopot sendiri," kata Sugianto.

Operasi khusus terhadap kendaraan dengan rotator dan strobo dilaksanakan mulai 11 Oktober 2017 hingga 11 November 2017.

Kendaraan pribadi dilarang untuk menggunakan atribut semacam itu. Aturan mengenai lampu rotator sudah tertuang dalam Pasal 59 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kendaraan bermotor yang dipasang lampu rotator atau sirene tanpa hak melanggar pasal 287 ayat (4) jo pasal 59 dan pasal 106 ayat 4 huruf f atau pasal 134 dengan ancaman pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Ketentuan pengguna lampu isyarat dan sirine yang tertuang dalam Pasal 59 ayat (5) Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah sebagai berikut:

a. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara RI.

b. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan : kendaraan bermotor tahanan, Pengawalan TNI, pemadam kebakaran, ambulance, palang merah, rescue dan Jenazah

c. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk kendaraan bermotor patroli Jalan Tol, pengawas sarana prasarana lalu lintas dan angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan dan angkutan barang khusus.

PenulisRidwan Aji Pitoko
EditorEgidius Patnistik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM