Pelajaran dari Ledakan dan Kebakaran Fatal di Kosambi - Kompas.com

Pelajaran dari Ledakan dan Kebakaran Fatal di Kosambi

Chappy Hakim
Kompas.com - 30/10/2017, 17:29 WIB
Korban meninggal akibat ledakan mercon dibawa ambulan di Jalan SMPN, Kosambi, Tangerang, Kamis (26/10/2017).KOMPAS/AGUS SUSANTO Korban meninggal akibat ledakan mercon dibawa ambulan di Jalan SMPN, Kosambi, Tangerang, Kamis (26/10/2017).

KEMARIN terjadi kecelakaan, kebakaran akibat ledakan di Kosambi, Tangerang, Banten, yang menyebabkan fatalitas 49 nyawa manusia di sana.

Biasanya, segera setelah terjadinya kecelakaan fatal seperti ini, semua orang akan mempertanyakan penyebab dari ledakan yang mengakibatkan kebakaran yang fatal itu.

Kerawanan terhadap kecelakaan atau bahaya kebakaran biasanya berawal dari kewaspadaan yang sangat rendah.

Tidak atau belum diketahui penyebab ledakan dan kebakaran kemarin, akan tetapi pada umumnya kebakaran yang terjadi karena kecerobohan belaka. Sebuah penyebab yang sangat konyol.

(Baca juga : Rupanya, Ini Penyebab Pabrik Mercon di Tangerang Terbakar)

Mudah-mudahan penyebab ledakan dan kebakaran yang terjadi kemarin itu benar-benar sebuah accident, bukan terjadi karena keteledoran atau kecerobohan.

Pada tahun 1980-an, saya kebetulan mendapat kesempatan belajar di Inggris. Dalam salah satu acara kunjungan ke salah satu obyek penelitian aerodinamika di Cranfield Institute of Technology bertepatan dengan hari di mana harus dilakukan drill atau latihan terhadap atau bagaimana menghadapi bahaya kebakaran gedung.

Jajaran Polres Metro Tangerang bersama tim DVI Polri melakukan olah TKP di pabrik mercon yang terbakar di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Senin (30/10/2017). Dari proses olah TKP tersebut, ditemukan benda diduga tulang belulang manusia. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA Jajaran Polres Metro Tangerang bersama tim DVI Polri melakukan olah TKP di pabrik mercon yang terbakar di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Senin (30/10/2017). Dari proses olah TKP tersebut, ditemukan benda diduga tulang belulang manusia.
Di pagi hari itu, kami mendapat briefing tentang akan dilakukannya latihan bahaya kebakaran. Kami semua harus mengikutinya dengan serius dan melakukan keseluruhan prosedur tata laksana penyelamatan diri dari bahaya kebakaran. Apa yang harus dilakukan dan melalui jalan mana menyelamatkan diri dan lain sebagainya.

Setelah itu semua berjalan sesuai jadwal kegiatan sehari-hari. Siang harinya, sesuai dengan penjelasan di pagi hari itu, berbunyilah alarm kebakaran di gedung tempat kami berada. Maka, segera dimulailah seluruh prosedur keadaan darurat, dalam hal ini menghadapi bahaya kebakaran gedung.

Semua berjalan dengan tertib dan teratur. Seluruh orang dalam gedung menyelamatkan dirinya masing-masing sesuai dengan petunjuk keadaan darurat bahaya kebakaran.

Semua dilarang menggunakan lift dan seluruhnya berjalan atau berlari menggunakan tangga untuk turun menuju ke area yang sudah diarahkan untuk penyelamatan diri.

Semua orang, para pekerja yang berkantor di gedung itu dan juga para tamu yang kebetulan berada di sana, semuanya melaksanakan latihan dengan sungguh sungguh.

Setelah seluruh prosedur dilaksanakan dengan baik dan latihan dinyatakan selesai, maka semua orang dapat kembali melaksanakan kegiatan rutinnya dengan normal.

Pada kesempatan lain, saya saat berada di sebuah hotel di Brough, dekat Hull City, bersama dengan dua perwira lain mengikuti short courses di British Aerospace.

Pada suatu malam, terjadi alarm kebakaran yang berbunyi diikuti dengan lampu merah berkelap-kelip di sepanjang lorong hotel.

Ilustrasi latihan pemadaman kebakaran.PIXABAY.com Ilustrasi latihan pemadaman kebakaran.
Segera saja secara sigap semua petugas hotel memerintahkan seluruh penghuni kamar untuk segera keluar menyelamatkan diri. Semua penghuni Hotel diarahkan segera  menuju seberang jalan tanpa boleh membawa barang apapun, yang penting menyelematkan diri dari bahaya kebakaran.

Tidak lama kemudian, sirene meraung-raung dan entah dari mana sudah bermunculan lebih dari 4 mobil pemadam kebakaran. Kami semua menunggu di seberang jalan, kedinginan tanpa boleh bergerak ke mana-mana tanpa perintah dari para petugas hotel dan pemadam kebakaran.

Setelah sekitar 2 jam, hotel dinyatakan aman, karena ternyata yang terjadi adalah false warning atau kesalahan dalam sistem alarm kebakaran gedung hotel. Alarm berbunyi, akan tetapi sesungguhnya tidak ada kebakaran yang terjadi.

Tentu saja hampir semua penghuni hotel ngomel-ngomel komplain terhadap kejadian tersebut. Akan tetapi, di luar dari semua itu, sebenarnya manajemen hotel sudah menunjukkan kesiapsiagaannya dalam menghadapi bahaya kebakaran, walaupun dalam hal ini hanya terjadi false warning.

Dari kedua kejadian yang saya alami tersebut, terlihat sekali bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi atau mengantisipasi bahaya kebakaran di Inggris. Mereka menyiapkan dirinya untuk sesuatu yang belum sempat terjadi.

Dalam hal ini, kewaspadaan memperoleh perhatian yang lebih daripada terpaksa menghadapi kecelakaan tanpa persiapan sama sekali.

Jadi, dalam menghadapi bahaya kebakaran, para pengelola gedung seyogianya sudah harus menyiapkan diri jauh sebelum kejadian yang sebenarnya terlanjur terjadi.

Tujuannya sederhana, yaitu bila terlanjur terjadi kecelakaan, dalam hal ini kebakaran maka jumlah korban dapat ditekan pada angka yang paling minimum.

EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM