Anies-Sandi Akan Bangun Rumah Berlapis di 16 Kampung Kumuh - Kompas.com

Anies-Sandi Akan Bangun Rumah Berlapis di 16 Kampung Kumuh

Kompas.com - 10/11/2017, 14:06 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno seusai memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno seusai memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com —
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, ada 16 kampung kumuh di Jakarta yang akan ditata dalam pelaksanaan program rumah berlapis dengan konsep konsolidasi tanah (land consolidation).

"Setelah itu, kami akan coba hadirkan solusi permanen untuk kampung-kampung yang selama ini dituduh kumuh dan miskin atau kumis serta kupat atau kumuh dan padat," ujar Sandi di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2017).

Dua dari 16 kampung kumuh yang akan ditata adalah Kampung Akuarium dan Muara Angke, Jakarta Utara. Pendataan penataan kampung kumuh juga menyasar permukiman yang ditata pemerintahan sebelumnya.

"Ada beberapa yang sempat ditertibkan sebelumnya sebagai bagian dari kebijakan pemerintah sebelumnya. Kami akan rapikan," kata Sandi.

Baca juga: Konsep Final Rumah Berlapis Diputuskan November

Penataan kampung kumuh dilakukan dengan memindahkan permukiman warga ke lokasi yang dekat dengan tempat tinggal mereka sebelumnya. Penataan juga dilakukan sesuai karakteristik kampung tersebut.

"Penataan kampung harus dengan prinsip keterbukaan, partisipatif, dan berkeadilan. Ini yang akan didorong supaya kami menuntaskan 200 lebih RW kumuh di Jakarta. Kami hadirkan pendekatan land consolidation," ucap Sandi.

Tidak hanya penataan fisik, Sandi menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan membereskan persoalan legalitas tanah di Jakarta.


Kompas TV Untuk memenuhi kebutuhan warga Ibu Kota akan hunian yang murah, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta berencana membangun rumah berlapis.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorIndra Akuntono
Komentar

Close Ads X