Ananda Sukarlan Akui "Walk Out" Saat Gubernur Anies Pidato - Kompas.com

Ananda Sukarlan Akui "Walk Out" Saat Gubernur Anies Pidato

Kontributor Jakarta, David Oliver Purba
Kompas.com - 13/11/2017, 12:05 WIB
Ananda Sukarlan (48) pada peluncuran CD berjudul Love & Variations di The Grand Signature, Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat,   Minggu (19/3/2017).KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN Ananda Sukarlan (48) pada peluncuran CD berjudul Love & Variations di The Grand Signature, Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (19/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan respons negatif saat menghadiri acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).

Sejumlah undangan, salah satunya komposer ternama Ananda Sukarlan, walk out saat Anies berpidato. Ananda hadir karena merupakan alumnus Kolese Kanisius, juga terpilih menerima penghargaan.

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Ananda membenarkan bahwa dirinya bersama sejumlah alumnus lain yang hadir walk out meninggalkan ruangan saat Anies berpidato.

Sekitar lima menit Ananda mendengarkan pidato Anies. Namun, Ananda yang duduk paling depan kemudian berdiri dan meninggalkan ruangan.

"Ya, saya memang walk out di tengah pidato (Anies Baswedan)," kata Ananda kepada Kompas.com, Senin (13/11/2017).

Ananda mengatakan, dia walk out karena sososk Anies yang diundang di acara itu dinilai tak mencerminkan nilai-nilia ajaran Kanisius.

Baca juga: Kata Pribumi dari Anies Baswedan Juga Dibahas di Luar Negeri

Ananda menyinggung soal pidato Anies seusai dilantik sebagai Gubernur DKI yang menyinggung masalah pribumi dan non-pribumi.

"Waktu kami datang ke sana, kami kaget, kok, ada Pak Anies. Terus kami pikir, kenapa, sih (diundang). Karena nilai-nilai Pak Anies enggak sesuai dengan yang diajarkan Kanisius, terutama tentang perbedaan, pribumi, dan non-pribumi," ujar Ananda.

"Saya itu Islam dan waktu itu saya enggak ada masalah sekali dengan teman-teman yang katolik. Menurut Pak Anies, non-pribumi, saya enggak tahu apa sih pribumi dan non-pribumi itu. Saya orang Jawa, Islam, dan saya bergaul dengan sangat baik dengan teman-teman saya sampai sekarang," ujar Ananda.

Baca juga: Soal Pribumi, Politik Identitas, dan Nurani Para Politisi

Seusai Anies berpidato dan meninggalkan ruangan, Ananda bersama sejumlah alumnus lain yang walk out kemudian kembali ke ruangan.

Ketika memberikan sambutan terhadap penghargaan yang dia dapatkan, Ananda mengkritik panitia yang mengundang sosok yang tidak mencerminkan ajaran Kanisius.

"Saya mengkiritik panitia bahwa mengundang seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara-cara dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran Kanisius. Namun, saya tidak menyebut nama Pak Anies," ujar Ananda.

Ananda menegaskan, walk out itu merupakan sikapnya pribadinya, bukan sikap alumnus Kanisius.

Baca juga: Try Sutrisno Ingatkan untuk Tidak Terpancing dengan Istilah Pribumi 

Tanggapan Anies

Ditemui di Balai Kota, Anies Baswedan tidak mempermasalahkan sikap Ananda.

"Jadi, saya akan menyapa semua, mengayomi semua. Kalau kemudian ada reaksi negatif, ya itu bonus aja buat saya. Enggak ada sesuatu, biasa aja, rileks," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (13/11/2017).

Baca: Gubernur Anies Tak Tahu Ananda Sukarlan Walk Out

 

Kompas TV Apakah pernyataan itu sudah disiapkan atau improvisasi sang gubernur?

PenulisKontributor Jakarta, David Oliver Purba
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM