Ananda Sukarlan Kritik Panitia yang Undang Tokoh Tak Sesuai Ajaran Kanisius - Kompas.com

Ananda Sukarlan Kritik Panitia yang Undang Tokoh Tak Sesuai Ajaran Kanisius

Kontributor Jakarta, David Oliver Purba
Kompas.com - 13/11/2017, 13:04 WIB
Pianis Ananda Sukarlan berpose saat jumpa pers acara Gala Dinner dan Concert The Greatest Hits of Ananda Sukarlan di Hotel Alila, Jakarta, Selasa (8/7/2008).KOMPAS.COM/ KRISTIANTO PURNOMO Pianis Ananda Sukarlan berpose saat jumpa pers acara Gala Dinner dan Concert The Greatest Hits of Ananda Sukarlan di Hotel Alila, Jakarta, Selasa (8/7/2008).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komposer kenamaan asal Indonesia, Ananda Sukarlan, mempertanyakan kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).

Kritikan itu diperlihatkan Ananda dengan walk out meninggalkan ruangan saat Anies tengah berpidato.

Usai Anies meninggalkan acara, Ananda kembali ke ruangan dan memberikan pidato untuk penghargaan yang diberikan Kolose Kanisius kepada dirinya.

Dalam pidatonya itu, Ananda menyampaikan kritik terhadap panitia acara yang sengaja mengundang tokoh yang bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan Kanisius.

Baca juga : Ananda Sukarlan Akui Walk Out Saat Gubernur Anies Pidato

"Saya mengkiritik panitia bahwa mengundang seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara-cara dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran Kanisius. Tapi saya tidak menyebut nama Pak Anies," ujar Ananda saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (13/11/2017).

Bupati Kepulauan Seribu Irmansyah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan istrinya Ferry Farhati dalam perayaan hari ulang tahun Kabupaten Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka, Sabtu (11/11/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Bupati Kepulauan Seribu Irmansyah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan istrinya Ferry Farhati dalam perayaan hari ulang tahun Kabupaten Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka, Sabtu (11/11/2017).
Pada awal pidatonya, Ananda menyampaikan bahwa setiap orang harus menghargai perbedaan. Ananda kemudian menyinggung tokoh yang diundang saat acara berlangsung.

Tanpa menyebut nama, Ananda menyebut tokoh yang diundang tersebut mendapatkan jabatan dengan cara yang tidak sesuai dengan ajaran yang diberikan Kanisius.

"Mumpung saya ngomong differences dan segala macam, perkenankanlah saya sedikit mengkiritik. Saya tidak tahu kepada siapa, mungkin kepada panitia Kanisius bahwa tadi saya melihat bahwa kita telah mengundang seseorang yang mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang berbeda integritas dan nilai-nilai dengan cara-cara yang diajarkan kepada kita semua di Kanisius," ujar Ananda dalam pidatonya.

Baca juga : Gubernur Anies Tak Tahu Ananda Sukarlan Walk Out

Ananda mengatakan, meski tokoh tersebut merupakan tokoh yang harus diundang, Ananda meminta agar dalam kegiatan selanjutnya panitian acara bisa lebih menyeleksi dan memperhatikan kepribadian sosok tersebut. Ananda mengatakan bahwa kritikan hingga walk out yang dia lakukan sama sekali tidak memiliki unsur politis.

"Walaupun saya tahu mungkin kita harus mengundang seseorang dengan jabatan itu tapi saya kira untuk next time harus melihat sosok itu seperti apa dan bagaimana dia mendapatkan jabatan itu," ujar Ananda.

Baca juga : Kata Pribumi dari Anies Baswedan Juga Dibahas di Luar Negeri

"Enggak ada (unsur politis). Ini semata-mata soal nilai-nilai yang dijarkan Kanisius," kata Ananda.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Menurut dia, sebagai gubernur, dia harus mengayomi warganya.

Terkait Ananda yang walk out, Anies mengaku tidak ingat ada yang keluar ruangan saat dia berpidato.

Baca juga : Kemendagri Kaji Ucapan Anies Baswedan soal Pribumi

Kompas TV Hal ini tentu mengundang pertanyaan karena lewat instruksi presiden nomor 26 tahun 1998.

PenulisKontributor Jakarta, David Oliver Purba
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM