Baru Sandiaga Pimpinan Daerah yang Pakai "Tightener" buat Celana Dinas - Kompas.com

Baru Sandiaga Pimpinan Daerah yang Pakai "Tightener" buat Celana Dinas

Kontributor Jakarta, David Oliver Purba
Kompas.com - 15/11/2017, 09:15 WIB
Rusman pemilik Feng Sin Tailor, penjahit pakaian para pejabat, termasuk pakaian presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.Uno Kartika Rusman pemilik Feng Sin Tailor, penjahit pakaian para pejabat, termasuk pakaian presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

JAKARTA, KOMPAS.com- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memiliki style berpakaian yang berbeda dibanding pejabat daerah lainnya. Jika biasanya celana dinas yang dikenakan para pejabat daerah menggunakan sabuk atau ikat pinggang, Sandi memilih untuk menggantinya dengan kancing dan alat pengencang (tightener).

Penjahit pakaian dinas Sandi dari Feng Sin Tailor, Rusman, mengatakan gaya celana dinas dengan tightener memang diminta Sandi. Rusman sempat menawarkan opsi untuk menggunakan celana dengan desain ikat pinggang. Namun, Sandi menolak dengan alasan tak terbiasa menggunakan ikat pinggang.

"Untuk tightener hanya tinggal ditarik saja. Pertama saya sudah bilang pakai taliban (tempat ikat pinggang), dia bilang 'Saya enggak mau'. Saya udah bikin kasih lihat, tapi dia bilang enggak mau pakai karena tidak terbiasa," kata Rusman kepada Kompas.com di Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).

Baca juga : Sandi Mengaku Disarankan Jokowi Ubah Pergub Pakaian Dinas

Penjahit yang juga merupakan langganan pejabat daerah seperti mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama hingga Presiden Joko Widodo itu menyebutkan, Sandi merupakan pejabat pertama yang menggunakan model tightener. Desain itu digunakan untuk seluruh celana dinas Sandi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memakai celana dinas yang memiliki tali pengencang (tightener) yang dijahit sesuai keinginannya. Foto diambil pada Senin (13/11/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memakai celana dinas yang memiliki tali pengencang (tightener) yang dijahit sesuai keinginannya. Foto diambil pada Senin (13/11/2017).
Ia menyebutkan, tak ada kesulitan untuk mendesain celana tersebut. Penggunaan tightener, kata Rusman, membuat pemakaian celana jadi lebih fleksibel. Apalagi ketika lingkar pinggang semakin besar, desain ini bisa menyesuaikan hingga 1-2 sentimeter.

Menurut Rusman, ajudan Sandi sempat terkejut saat mengambil pakaian dinas Sandi. Si ajudan terkejut, celana dinas Sandi tak memiliki ikat pinggang yang lazimnya digunakan pejabat daerah.

"Enggak sulit buatnya, semua celana dinasnya dia yang minta. Ajudannya sempat terkejut, nanya kok enggak ada tali pinggangnya. Saya bilang dia yang minta," ujar Rusman.

Baca juga : Celana Dinas Model Tightener Sandi Dibuat Penjahit Langganan Ahok

Langganan Ahok

Sandiaga sebelumnya mengatakan, celana dinas warna khaki (coklat) yang biasa dia digunakan dijahit penjahit langganan Ahok. Penjahit Feng Sin Tailor, kata Sandi, bertanya kepadanya soal model celana yang diinginkan. Sandi menjelaskan bahwa biasanya dia memakai celana dengan pengencang pinggang atau tightener

"Saya bilang saya biasanya kayak gini (menunjukkan celananya), dia yang nyesuain. Terus waktu fitting, saya bener-benerin dikit. Alhamdulillah cocok," kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin lalu.

Rusman juga menceritakan pengalamannya selama menjadi penjahit pakaian langganan Ahok. Menurut Rusman, dia sebelumnya telah menjadi penjahit langganan ayah Ahok, Indra Tjahaja Purnama.

Rusman ingat saat itu Indra membawa serta Ahok dan adiknya, Basuri Tjahaja Purnama ke toko jahit miliknya yang berada tepat di persimpangan Jalan Bungur, Jakarta Pusat.

"Dari dulu menjadi langganan, dari bapaknya Pak Ahok ngantar Ahok ke mari. Ahok kecil bersama adiknya," ujar Rusman.

Ia ingat ukuran pakaian Ahok dan ayahnya yang cukup berbeda. Ukuran pakaian Ahok lebih besar karena tubuh Ahok yang lebih tinggi dibanding ayahnya, sedangkan lebar tubuh hampir serupa. Adapun Basuri, kata Rusman, juga sempat menjahit sejumlah pakaian di tokonya.

Anak laki-laki Ahok, Nicholas Sean Tjahaja Purnama juga sempat menjahit sejumlah pakaian di sana.

Rusman mengatakan, hampir seluruh pakaian Ahok dari pakaian dinas, kemeja hingga pakaian sehari-hari dijahit di sana. Khusus untuk pakaian dinasnya, Ahok mengikuti tren.

Hal itu terlihat dari celana yang digunakan. Ahok, kata Rusman, lebih memilih celana slim atau ngepas dibanding desain yang begi atau gombrong.

Soal harga bahan yang digunakan, Rusman menyebut harga bahan pakaian Ahok termasuk  tidak terlalu mahal.

PenulisKontributor Jakarta, David Oliver Purba
EditorEgidius Patnistik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM