Sandi: 10 Tahun Terakhir, DKI Gagal Turunkan Angka Kemiskinan - Kompas.com

Sandi: 10 Tahun Terakhir, DKI Gagal Turunkan Angka Kemiskinan

Nursita Sari
Kompas.com - 15/11/2017, 12:08 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat membuka focus group discussion (FGD) tentang pengembangan kawasan transit oriented development (TOD) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/11/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat membuka focus group discussion (FGD) tentang pengembangan kawasan transit oriented development (TOD) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gagal menurunkan angka kemiskinan di Ibu Kota selama 10 tahun terakhir.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta harus memiliki kebijakan untuk mengentaskan kemiskinan di Jakarta.

"Kita perlu intervensi dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang bisa mengatasi masalah kemiskinan ini karena 10 tahun terakhir (DKI) gagal menurunkan kemiskinan," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (15/11/2017).

Sandi menuturkan, angka kemiskinan di Jakarta tidak pernah menurun sejak 2007. Dia mengetahui hal tersebut setelah bertemu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Baca juga : Syarif: Penerima KJP Meningkat, Berarti Angka Kemiskinan di DKI Naik

" Angka kemiskinan di Jakarta per Maret 2017 (adalah) 3,77 persen. Memang terendah se-Indonesia, tapi ini enggak pernah turun 10 tahun terakhir," kata dia.

Tak hanya kemiskinan, Sandi menyebut ketimpangan sosial di Jakarta juga cukup signifikan. Angka gini rasio per Maret 2017 sebesar 0,413.

Sandi menyebut Pemprov DKI Jakarta memiliki beberapa program untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut.

"Ini yang kita harus ubah di 5 tahun ke depan. Lembar baru bahwa program kita adalah memfokuskan kepada pendidikan dan kesehatan," ucapnya.

Baca juga : Ahok Ingin Angka Kemiskinan di Jakarta Hanya 1 Persen

Sandi meyakini pendidikan dan kesehatan dapat meningkatkan kesejahteraan warga Jakarta. Dengan demikian, kemiskinan di Ibu Kota akan menurun.

"Kita harapkan angka kemiskinan 5 tahun ke depan bisa kita turunkan," kata Sandi.

Sandi mengaku akan terus mengawasi angka kemiskinan itu dengan basis data terpadu (BDT). Pemprov DKI Jakarta bersama TNP2K akan duduk bersama setiap dua bulan untuk memetakan dan menyisir data penduduk miskin di Ibu Kota.

Baca juga : Anies Patahkan Pernyataan Djarot soal Angka Kemiskinan di Jakarta

Kompas TV Menanti Janji Ekonomi DKI Jakarta

PenulisNursita Sari
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM