Menyaksikan Preman Meminta Jatah Harian kepada PKL Tanah Abang - Kompas.com

Menyaksikan Preman Meminta Jatah Harian kepada PKL Tanah Abang

Iwan Supriyatna
Kompas.com - 15/11/2017, 17:30 WIB
Terhalang dagangan PKL Tanah Abang, pengendara motor sulit melintas, Jumat (9/6/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Terhalang dagangan PKL Tanah Abang, pengendara motor sulit melintas, Jumat (9/6/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Jalur pedestrian atau trotoar di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, tepatnya di sekitar trotoar jembatan penghubung antara Blok F dan Blok G, kembali dipadati PKL. Mereka pun dengan rela memberikan jatah preman.

Pada Rabu (15/11/2017), Kompas.com mencoba mengamati kegiatan PKL yang disambangi orang yang meminta pungutan liar dari pukul 14.00 sampai pukul 16.00 WIB di salah satu lapak milik PKL yang berada di sekitar trotoar jembatan penghubung antara Blok F dan Blok G. Sebut saja namanya Boy (bukan nama aslinya).

Menurut Boy, setiap bulan ada orang yang meminta bayaran per bulan Rp 500.000. Dia menyebut orang tersebut merupakan anak buah salah satu tokoh ternama di kawasan Tanah Abang.

Baca juga: Lulung Akui Punya Lahan yang Disewakan untuk PKL Tanah Abang

"Di sini, bulanan Rp 500.000, rata semua lapak," kata Boy kepada Kompas.com, Rabu (15/11/2017).

Pedagang kaki lima (PKL) di seberang Stasiun Tanah Abang kembali kuasai trotoar dan badan jalan, Jumat (1/72016).Kahfi Dirga Cahya Pedagang kaki lima (PKL) di seberang Stasiun Tanah Abang kembali kuasai trotoar dan badan jalan, Jumat (1/72016).
Di luar itu, masih ada jatah preman harian Rp 5.000 untuk sewa lahan dan Rp 3.000 untuk biaya menitipkan barang dagangan di parkiran saat ada razia satpol PP.

Baca juga: Solusi Jangka Pendek, Anies Tetap Akan Tertibkan PKL Tanah Abang

Apa yang diucapkan Boy disaksikan langsung oleh Kompas.com. Tiba-tiba, ada seseorang datang ke lapak Boy.

Tanpa perlu diminta, Boy langsung menyalami pria tersebut.

"Lagi sepi nih, Bang, belum penglaris," kata Boy sambil menyodorkan uang Rp 5.000 kepada orang tersebut.

Tak selang beberapa lama, seorang pria kembali menghampirinya. Boy lantas memberikan uang sebesar Rp 3.000 kepada pria bertubuh tambun tersebut.

Baca juga: Pasang Badan Sandiaga untuk PKL Tanah Abang

Satpol PP merazia pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (10/6/6/2016).KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Satpol PP merazia pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (10/6/6/2016).

"Itu untuk parkiran, jadi kalau ada satpol PP, barang-barang kami dititipkan dulu di parkiran, di sini enggak ada yang gratis, Bro," kata Boy.

Jika dijumlahkan, kata Boy, dalam setiap bulan mereka harus mengeluarkan jatah preman Rp 740.000.

Kompas TV Pascapenertiban, para pedagang kembali berjualan di atas trotoar.

PenulisIwan Supriyatna
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM