Pengacara Sebut Dewi Perssik Minta Pengawalan Polisi secara Lisan - Kompas.com

Pengacara Sebut Dewi Perssik Minta Pengawalan Polisi secara Lisan

Akhdi Martin Pratama
Kompas.com - 07/12/2017, 12:56 WIB
Dewi Perssik (kiri) mendampingi suaminya Angga Wijara (kanan) melaporkan seorang petugas Transjakarta ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Senin (4/12/2017) malam.KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Dewi Perssik (kiri) mendampingi suaminya Angga Wijara (kanan) melaporkan seorang petugas Transjakarta ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Senin (4/12/2017) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara penyanyi dangdut Dewi Perssik, Maha Awan Buana mengatakan kliennya kerap menggunakan jasa pengawalan oleh anggota kepolisian.

Awan mengungkapkan, Dewi biasa mengajukan permohonan pengawalan hanya dengan lisan. Sebab, kliennya sudah mengenal anggota kepolisian yang biasa mengawalnya.

"Formal itu secara tertulis minta pengawalan. Cuma ada juga secara lisan. Kalau sudah kenal tinggal telepon-telepon," ujar Awan saat dihubungi, Kamis (7/12/2017).

Awan mengaku kliennya memiliki bukti-bukti komunikasi melalui sambungan telepon ke anggota polisi yang biasa mengawal.

"Sudah berlangsung lama (jasa pengawalannya). Itu nanti yang perlu dibuktikan, kalau dimintai keterangan kami tunjukkan ini print out-nya," ucap dia.

Baca juga : Dewi Perssik Ogah Tempuh Jalur Damai dengan Petugas Transjakarta

Awan menambahkan, dirinya sudah menemui Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra. Dalam pertemuan itu, dia menunjukan identitas anggota polisi yang memberikan pengawalan saat kliennya masuk ke jalur transjakarta.

"Nama dari polisi itu sudah saya sampaikan ke Dirlantas. Tapi ini kan bukan konsumsi publik. Dia mau tenang, orang sudah melaksanakan tugas sesuai dengan Undang-undang," kata Awan.

Dewi Perssik (kiri) mendampingi suaminya Angga Wijara (kanan) melaporkan seorang petugas Transjakarta ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Senin (4/12/2017) malam.KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Dewi Perssik (kiri) mendampingi suaminya Angga Wijara (kanan) melaporkan seorang petugas Transjakarta ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Senin (4/12/2017) malam.

Petugas Transjakarta bernama Harry melaporkan Dewi Perssik pada Sabtu (2/12/2017) pekan lalu. Sementara suami dari pedangdut Dewi Perssik, Angga Wijaya, juga melaporkan petugas Transjakarta ke Polda Metro Jaya pada Senin (4/12/2017) malam.

Baca juga : Dewi Perssik: Kalau Saya Masuk Busway Berarti Disuruh Polisi, Bukan Asal-asalan

Setelah hampir empat jam membuat laporan, suami Dewi Perssik itu mengatakan bahwa laporannya telah diterima oleh pihak kepolisian dan tengah diproses.

Masalah antara artis yang kerap disapa Depe dan petugas Transjakarta tersebut bermula dari beredarnya sebuah video yang memperlihatkan percekcokan antara mereka di jalur transjakarta.

Peristiwa itu terjadi di depan mal Pejaten Village, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2017). Depe dan Angga mengaku telah meminta izin masuk ke jalur transjakarta karena seorang asisten Depe mengalami sesak napas dan harus segera dibawa ke rumah sakit.

Sementara sang petugas tak membolehkan mobil Depe melewati jalur transjakarta karena sesuai aturan, selain bus transjakarta, hanya kendaraan darurat yang bisa masuk jalur itu.

PenulisAkhdi Martin Pratama
EditorDian Maharani
Komentar

Terkini Lainnya

Proses Verifikasi Faktual Empat Parpol Baru Dihentikan Sementara Waktu

Proses Verifikasi Faktual Empat Parpol Baru Dihentikan Sementara Waktu

Nasional
Melihat Revitalisasi Kali Besar yang Terinspirasi Sungai Cheonggyecheon

Melihat Revitalisasi Kali Besar yang Terinspirasi Sungai Cheonggyecheon

Megapolitan
Ditanya Apa Pun soal Uang Terkait E-KTP, Oka Masagung Menjawab Lupa

Ditanya Apa Pun soal Uang Terkait E-KTP, Oka Masagung Menjawab Lupa

Nasional
Laut Membeku, Kapal Perang AS Terjebak di Perairan Kanada

Laut Membeku, Kapal Perang AS Terjebak di Perairan Kanada

Internasional
Komnas HAM: Hak Penyandang Disabilitas dalam Pemilu Agar Diperhatikan

Komnas HAM: Hak Penyandang Disabilitas dalam Pemilu Agar Diperhatikan

Nasional
DPRD DKI: Bisa Saja Kami Gunakan Hak Interpelasi terhadap Gubernur

DPRD DKI: Bisa Saja Kami Gunakan Hak Interpelasi terhadap Gubernur

Megapolitan
Spanyol Berniat Perbarui Surat Penangkapan Eropa untuk Puigdemont

Spanyol Berniat Perbarui Surat Penangkapan Eropa untuk Puigdemont

Internasional
Jika Dua Kubu Hanura Punya SK Kemenkumham, Ini yang Dilakukan KPU

Jika Dua Kubu Hanura Punya SK Kemenkumham, Ini yang Dilakukan KPU

Nasional
Begal Karyawan, Pengamen di Karawang Ditembak Mati Polisi

Begal Karyawan, Pengamen di Karawang Ditembak Mati Polisi

Regional
Ingin Jual Keperawanan Putrinya Rp 353 Juta, Wanita Rusia Ditangkap

Ingin Jual Keperawanan Putrinya Rp 353 Juta, Wanita Rusia Ditangkap

Internasional
Cegah Siswa Merokok, Sekolah di Inggris Hilangkan Tembok Toilet

Cegah Siswa Merokok, Sekolah di Inggris Hilangkan Tembok Toilet

Internasional
Pilih Lodewijk Jadi Sekjen Golkar, Airlangga Bantah Ditekan

Pilih Lodewijk Jadi Sekjen Golkar, Airlangga Bantah Ditekan

Nasional
Sopir Angkot Tutup Jalan Kebon Sirih, Arus Lalu Lintas Tersendat 1 Km

Sopir Angkot Tutup Jalan Kebon Sirih, Arus Lalu Lintas Tersendat 1 Km

Megapolitan
Ungkap Kasus Judi, Ditresnarkoba Polda Kepri Dapat Mobil Tercanggih dari Kapolri

Ungkap Kasus Judi, Ditresnarkoba Polda Kepri Dapat Mobil Tercanggih dari Kapolri

Regional
DPRD DKI Imbau Angkot Tanah Abang Dijadikan 'Feeder' Transjakarta

DPRD DKI Imbau Angkot Tanah Abang Dijadikan "Feeder" Transjakarta

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM