Menteri Bambang Desak DKI Benahi Persediaan Air Bersih - Kompas.com

Menteri Bambang Desak DKI Benahi Persediaan Air Bersih

Nursita Sari
Kompas.com - 08/12/2017, 14:51 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau tanggul laut di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (8/12/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau tanggul laut di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (8/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membenahi persediaan air bersih di Ibu Kota.

Pembenahan itu harus dilakukan untuk menahan laju penurunan muka tanah karena penyedotan air tanah yang masif.

"Urgensi Pemprov DKI untuk segera membenahi air bersih dan air limbah karena kalau itu segera dibenahi, barangkali penurunan muka tanah bisa agak ditahan," ujar Bambang di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (8/12/2017).

Bambang menjelaskan, penurunan muka tanah memang tidak bisa dihentikan. Namun, penurunan muka tanah itu bisa diperlambat dengan sistem pengelolaan air limbah yang benar untuk diubah menjadi air bersih.

Baca juga : Penyedotan Air Tanah, Penyebab Utama Turunnya Muka Tanah Jakarta

Dengan adanya perlambatan penurunan muka tanah, kata Bambang, tanggul laut yang saat ini dibangun akan bertahan lama. Hal itu merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya banjir di Ibu Kota, termasuk banjir rob.

"Jakarta ini kalau tidak dilakukan apa-apa, akan terjadi penurunan muka tanah kira-kira 7 sentimeter per tahun sehingga kalau tahun 2030 tidak dilakukan apa-apa, maka jakarta akan kena banjir dari dua arah," kata Bambang.

Baca juga : Bendungan Karian Diharapkan Kurangi Laju Penurunan Tanah Jakarta

Menurut Bambang, banjir dua arah berasal dari darat dan laut. Oleh karena itulah upaya pencegahan harus dilakukan sejak saat ini.

"Yang laut masuk, jadi hampir seluruh Jakarta utara akan kena banjir laut, yang daerah Jakarta yang lebih ke selatan itu akan terkena dampak banjir dari gunung, dari sungai," ucapnya.

PenulisNursita Sari
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM