Imunisasi Difteri Serentak Akan Dilakukan di 5 Wilayah DKI hingga Kepulauan Seribu - Kompas.com

Imunisasi Difteri Serentak Akan Dilakukan di 5 Wilayah DKI hingga Kepulauan Seribu

Sherly Puspita
Kompas.com - 08/12/2017, 18:03 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto menyambangi Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres untuk melakukan pengecekan terkait kesesuaian keterangan yang telah disampaikan pihak rumah sakit, Selasa (12/9/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto menyambangi Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres untuk melakukan pengecekan terkait kesesuaian keterangan yang telah disampaikan pihak rumah sakit, Selasa (12/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan, serangan wabah penyakit difteri di Jakarta terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurutnya, kasus difteri di Jakarta juga termasuk kejadian luar biasa (KLB).

"Kita akan melakukan ORI namanya, yaitu Outbreak Response Immunization yang akan kita lakukan pada 5 wilayah dan di Kabupaten Kepulauan Seribu," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Mekanisme imumisasi ORI dilakukan jika seorang terjangkit penyakit difteri maka semua orang di suatu kawasan tersebut harus diimunisasi, tanpa kecuali. Imunisasi serentak akan dilakukan mulai 11 Desember 2017.

Ia menjelaskan, dalam tahap ORI diperlukan tiga kali penyuntikan yang dilakukan dalam tahap-tahap tertentu.

Baca juga : Kasus Difteri di Jakarta Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 2 Orang Meninggal

Dibutuhkan 3 kali penyuntikan, di bulan pertama dilanjutkan bulan kedua dan dilanjutkan lagi enam bulan setelahnya supaya imunisasi tetap kuat.

"Imunisasi sebenarnya dilakukan pada anak umur 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 2 tahun, kemudian 6 tahun, dilanjutkan dengan booster (peningkatan sistem imun). Jadi memang perjalanannya banyak sekali," kata dia.

Ia berharap seluruh warga Jakarta dapat menerima imunisasi ini karena layanan imunisasi ini akan digratiskan di puskesmas-puskesmas yang ada di Jakarta.

"Perlu diingatkan pada masyarakat penyakit difteri gejalanya seperti orang flu biasa tapi disertai panas tidak terlalu tinggi, nyeri pada tenggorokan, disertai tampak tanda-tanda warna putih keabu-abuan di amandel kiri kanan. Jadi segeralah ke puskesmas karena gratis," paparnya.

Baca juga : Kemenkes: Difteri Tahun Ini Luar Biasa

Koesmedi mengungkapkan kasus difteri di Jakarta tahun 2017 meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Ia mengatakan, pada 2016 terdapat 17 kasus dengan 1 kematian, sedangkan tahun 2017 meningkat menjadi sebanyak 25 kasus dengan 2 kematian. Umumnya, wabah penyakit dikategorikan sebagai KLB jika korban dari wabah ini meningkat hingga dua kali lipat.

PenulisSherly Puspita
EditorDian Maharani
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM