Sandiaga: Bank Dunia Berminat Danai Pembangunan Transportasi Rp 15 Triliun - Kompas.com

Sandiaga: Bank Dunia Berminat Danai Pembangunan Transportasi Rp 15 Triliun

Kontributor Jakarta, David Oliver Purba
Kompas.com - 12/01/2018, 10:06 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/1/2018) malam.KOMPAS.com/NURSITA SARI Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/1/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, International Finance Corporation (IFC), yang merupakan unit dari Bank Dunia, menyampaikan ketertarikannya mendanai sejumlah program di bidang Infrastruktur, green building, dan energi terbarukan di DKI Jakarta.

Dari pembicaraan dengan manajemen IFC, unit Bank Dunia tersebut berminat mendanai pembangunan transportasi dengan jumlah dana yang disepakati mencapai Rp 15 triliun.

"Mereka ingin mendanai pembangunan transportasi dan jumlah yang tadi komit Rp 15 triliun," ujar Sandiaga di Balai Kota, Kamis (11/1/2018).

Tidak hanya IFC, perusahaan asal Jepang, Nippon Electric Corporation (NEC), juga telah menemui Sandiaga untuk menyampaikan niat mereka berinvestasi di bidang smart and safer city. Namun, Sandiaga tidak menyebut jumlah investasi yang ditanamkan NEC.

Baca juga: Di Dubai, Sandi Akan Tawarkan Aneka Peluang Investasi di Jakarta

Sandiaga mengatakan, semua ketertarikan investasi dan pendanaan tersebut merupakan stimulus untuk menggerakan dunia usaha di Jakarta.

Dia yakin, dengan semakin banyaknya investasi, sektor ekonomi di Ibu Kota bisa semakin bergairah.

Sandiaga juga telah meminta bantuan dari Kadin DKI Jakarta membantu Pemprov DKI menciptakan kegiatan ekonomi yang berdampak pada terciptanya lapangan kerja.

Baca juga: Sandi: Ada Investor Kelas Dunia Tertarik Investasi di Kepulauan Seribu

"Ini suntikan semangat untuk kita karena ini menunjukkan bahwa semakin banyak investor dan institusi kelas dunia yang menyatakan minatnya menanamkan modal di DKI dan menciptakan kegiatan ekonomi yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang berkualitas," ujar Sandi.

Kompas TV Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,35 pada 2018.

PenulisKontributor Jakarta, David Oliver Purba
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM