Tepati Janji, Anies-Sandi Gratiskan Buruh DKI Naik Transjakarta dan Subsidi Pangan - Kompas.com

Tepati Janji, Anies-Sandi Gratiskan Buruh DKI Naik Transjakarta dan Subsidi Pangan

Sherly Puspita
Kompas.com - 12/01/2018, 11:13 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno saat menyerahkan Kartu Pekerja secara simbolis kepada perwakilan serikat buruh di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/1/2018).Kompas.com/Sherly Puspita Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno saat menyerahkan Kartu Pekerja secara simbolis kepada perwakilan serikat buruh di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Kartu Pekerja pada hari ini. Kartu itu diluncurkan untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh.

Dengan kartu ini, para buruh berpenghasilan upah minimum provinsi (UMP) DKI berhak mendapatkan fasilitas transportasi dan subsidi pangan.

Kepala Biro Perekonomian Pemprov DKI Jakarta Sri Haryati mengatakan, dengan kartu ini, para buruh gratis menggunakan fasilitas transjakarta di semua koridor dan dapat berbelanja di Jakgrosir.

"Di Jakgrosir yang kita ketahui sekarang itu yang boleh berbelanja adalah para pedagang dari PD Pasar Jaya dan penerima KJP (Kartu Jakarta Pintar)," ujar Sri seusai menghadiri acara peluncuran Kartu Pekerja di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Baca juga: Penetapan UMP DKI 2018 dan Asas Keadilan Menurut Anies-Sandi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, peluncuran kartu ini merupakan pemenuhan janji peningkatan kesejahteraan buruh yang pernah ia sampaikan sebelumnya.

"Dulu waktu menetapkan UMP, kami ingin memastikan hubungan industrial lebih baik, meningkatkan kesejahteraan, penghasilannya meningkat. Biaya hidup mereka biar enggak melambung tinggi," ujar Sandi saat menyampaikan sambutannya.

Sandiaga mengatakan, keputusan memberikan subsidi transportasi dan pangan ini telah melalui proses kajian yang lengkap.

Baca juga: Anies Teken UMP DKI 2018 Rp 3,648 Juta

"Melalu kajian yang kami lakukan, 30 persen penghasilan mereka (buruh) untuk transportasi, 30-35 persen penghasilan untuk pangan. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan, kami berikan intervensi kebijakan untuk memberikan fasilitas," katanya.

Janji memberikan fasilitas ini telah disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada November 2017. Kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari penetapan UMP DKI Jakarta 2018 sebesar Rp 3.648.035.

"Kami akan memberikan pelayanan transportasi angkutan jalan yang lebih berkeadilan dengan memberikan kartu gratis transjakarta bagi pekerja dengan angka gaji UMP. Ini akan berlaku mulai 1 Januari," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Baca juga: Sandi Sebut Banyak Buruh yang Merasa UMP DKI 2018 Cukup

Saat itu, Anies mengatakan, para buruh bisa berbelanja di Jakgrosir yang menjual kebutuhan pokok dengan harga lebih murah 10-15 persen dari harga pasar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan memberikan KJP bagi anak-anak buruh yang gajinya sebesar UMP.

Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta akan menganggarkan Rp 885 miliar untuk subsidi pangan dan Rp 560 miliar untuk peningkatan besaran KJP.

Kompas TV Penetapan UMP DKI Jakarta sebesar 3,6 juta rupiah oleh Gubernur Anies Baswedan dikritik Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arif Poyuono.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisSherly Puspita
EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM