Sandiaga: Terlalu Dini Evaluasi 100 Hari Kerja, Biar Masyarakat Menilai - Kompas.com

Sandiaga: Terlalu Dini Evaluasi 100 Hari Kerja, Biar Masyarakat Menilai

Kompas.com - 24/01/2018, 11:00 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (22/1/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (22/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno belum mau mengevaluasi kinerjanya bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memasuki 100 hari kerja mereka sebagai pemimpin Jakarta. Dia mempersilakan masyarakat untuk menilai sendiri hasil kerja mereka.

"Terlalu dinilah untuk mengevaluasi, tapi biar masyarakat yang menilai," ujar Sandi di Kantor Camat Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018).

Sandi mengatakan, masih banyak pekerjaan yang harus dia lakukan bersama Anies untuk Jakarta. Yang menjadi prioritas antara lain soal penciptaan lapangan pekerjaan dan pendidikan.

"Kami akan fokus di lapangan pekerjaan, Insya Allah pendidikan yang tuntas berkualitas. Lapangan kerja ini kami genjot, enggak ada hari tanpa penciptaan lapangan kerja," kata Sandi.

Baca juga : 100 Hari Anies-Sandi: OK OCE, antara Janji dan Kenyataan...

Dia mencontohkan, petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) di Kecamatan Cipayung ada sekitar 500 orang. Sandi ingin petugas PPSU dilatih dalam program OK OCE sehingga mereka juga bisa menjadi wirausaha.

"Jadi, berbasis kecamatan kami ciptakan lapangan kerja," ucapnya.

Presiden Joko Widodo melantik pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017.

Anies-Sandi memiliki 23 janji kampanye yang akan dilaksanakan menjadi 154 program dan dirinci lagi menjadi 473 kegiatan.

Baca juga : 100 Hari Anies-Sandi dan Realisasi Program Rumah DP 0 Persen

Beberapa janji kampanye yang sudah terlaksana selama 100 hari kepemimpinan Anies-Sandi seperti groundbreaking program rumah DP 0 rupiah, peluncuran program OK Otrip, OK OCE, hingga penutupan Alexis.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorDian Maharani

Komentar

Close Ads X