Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karena Tinta Habis, E-KTP Warga di Depok Tak Kunjung Jadi

Kompas.com - 20/12/2018, 14:27 WIB
Cynthia Lova,
Icha Rastika

Tim Redaksi

DEPOK, KOMPAS.com - Sejumlah warga mengeluhkan pengerjaan KTP elektronik (e-KTP) di sejumlah kelurahan di Depok.

Menurut warga, pembuatan e-KTP di sejumlah kelurahan itu tergolong lama.

Anjar, warga Pengasinan, misalnya, mengatakan bahwa ia membuat e-KTP sejak dua bulan lalu tetapi tak kunjung jadi.

"Sudah dua bulan ini gak jadi-jadi e-KTP malah dikasihnya resi doang mbak, kata petugas blankonya habis,” ucap Anjar di Kelurahan Pengasinan Depok, Kamis (20/12/2018).

Baca juga: Ini Jumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang Telah Musnahkan E-KTP Rusak

Karena tidak ada e-KTP, Anjar kesulitan membuka rekening di bank. Menurut dia, pihak bank tidak menerima resi e-KTP.

“Iya saya ke bank waktu itu mbak, eh ditolak karena KTP saya cuma resi doang karena yang dibutuhkan E-KTP asli mbak,” ujar Anjar.

Sementara itu, Nuriyanah, mengatakan bahwa ia mengajukan berkas untuk pembuatan e-KTP anaknya sejak Desember 2017 tetapi hingga kini belum jadi.

Nuriyahan mengaku bosan karena setiap ke kelurahan, ia mendapat jawaban bahwa e-KTP-nya belum selesai. Ia pun hanya diberi surat keterangan dari pihak kelurahan.

“Ya bosan juga mbak, sudah berkali-kali disamperin ke sini enggak jadi, terus pas saya ke kelurahan lagi, saya suruh balik lagi akhir Desember atau Januari-lah bikin bolak balik saja,” ucap Nuriyanah.

Baca juga: Pemkot Bekasi Musnahkan 25.653 Keping e-KTP yang Sudah Tak Berlaku

Mengenai masalah ini, Lurah Pengasinan Asyari mengatakan bahwa pembuatan e-KTP terkendala ribbon yang kosong. Adapun ribbon merupakan tinta untuk mencetak e-KTP.

“Kalau blanko ada kok, yang enggak ada itu tinta ribbon-nya enggak dapat jatah sehingga menghambat pencetakan e-KTP warga mba,” ujar Asyari.

Menurut dia, ribbon belum dikirim dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Depok sejak enam bulan yang lalu.

“Kira-kira sudah dari enam bulan yang lalu mbak sudah tidak ada tintanya, sebelum saya tugas di sini (Kelurahan Pengasinan),” kata Asyari.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Staf Khusus Bupati Kediri Ikut Daftar Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Staf Khusus Bupati Kediri Ikut Daftar Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Megapolitan
4 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang adalah Satu Keluarga

4 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang adalah Satu Keluarga

Megapolitan
Tangkap Komplotan Pencuri yang Beraksi di Pesanggrahan, Polisi Sita 9 Motor

Tangkap Komplotan Pencuri yang Beraksi di Pesanggrahan, Polisi Sita 9 Motor

Megapolitan
Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen, 7 Jenazah Korban Kebakaran 'Saudara Frame' Bisa Diidentifikasi Lewat Gigi

Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen, 7 Jenazah Korban Kebakaran "Saudara Frame" Bisa Diidentifikasi Lewat Gigi

Megapolitan
Melawan Saat Ditangkap, Salah Satu Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditembak Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Salah Satu Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditembak Polisi

Megapolitan
Uang Korban Dipakai 'Trading', Pelaku Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Mengaku Siap Dipenjara

Uang Korban Dipakai "Trading", Pelaku Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Mengaku Siap Dipenjara

Megapolitan
Siswa SMP yang Gantung Diri di Palmerah Dikenal Aktif Bersosialisasi di Lingkungan Rumah

Siswa SMP yang Gantung Diri di Palmerah Dikenal Aktif Bersosialisasi di Lingkungan Rumah

Megapolitan
Identitas 7 Jenazah Korban Kebakaran Toko Bingkai 'Saudara Frame' Berhasil Diidentifikasi

Identitas 7 Jenazah Korban Kebakaran Toko Bingkai "Saudara Frame" Berhasil Diidentifikasi

Megapolitan
Restorasi Rumah Dinas Gubernur DKI Sebesar Rp 22 Miliar Tak Hanya untuk Perbaikan, tapi Juga Penambahan Fasilitas

Restorasi Rumah Dinas Gubernur DKI Sebesar Rp 22 Miliar Tak Hanya untuk Perbaikan, tapi Juga Penambahan Fasilitas

Megapolitan
Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditangkap Polisi

Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditangkap Polisi

Megapolitan
Komisi A DPRD DKI Desak Pemprov DKI Kejar Kewajiban Pengembang di Jakarta soal Fasos Fasum

Komisi A DPRD DKI Desak Pemprov DKI Kejar Kewajiban Pengembang di Jakarta soal Fasos Fasum

Megapolitan
Sekretaris Pribadi Iriana Jokowi Ambil Formulir Calon Wali Kota Bogor Lewat PDIP, tapi Belum Mengembalikan

Sekretaris Pribadi Iriana Jokowi Ambil Formulir Calon Wali Kota Bogor Lewat PDIP, tapi Belum Mengembalikan

Megapolitan
Tak Bisa Lagi Kerja Berat Jadi Alasan Lupi Tetap Setia Menarik Sampan meski Sepi Penumpang

Tak Bisa Lagi Kerja Berat Jadi Alasan Lupi Tetap Setia Menarik Sampan meski Sepi Penumpang

Megapolitan
Teman Siswa yang Gantung Diri di Palmerah Sebut Korban Tak Suka Cerita Masalah Apa Pun

Teman Siswa yang Gantung Diri di Palmerah Sebut Korban Tak Suka Cerita Masalah Apa Pun

Megapolitan
Demo di Depan Kedubes AS, Koalisi Musisi untuk Palestina Serukan Tiga Tuntutan Sebelum Membubarkan Diri

Demo di Depan Kedubes AS, Koalisi Musisi untuk Palestina Serukan Tiga Tuntutan Sebelum Membubarkan Diri

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com