Salin Artikel

Buruh Harap UMP DKI 2018 Lebih Tinggi dari Bekasi dan Karawang

Harapan itu disampaikan mengingat pada tahun-tahun sebelumnya UMP DKI lebih rendah dari tiga daerah tersebut.

Sekretaris Jenderal Forum Buruh DKI Muhammad Toha menilai sudah seharusnya UMP DKI lebih tinggi dari daerah-daerah penyangganya. Namun hal itu disebutnya tidak terealisasi dalam tiga tahun terakhir.

"Sebenarnya kami kemarin sudah ketinggalan tiga tahunan, UMP DKI itu agak lebih rendah dibanding Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Karawang," kata Toha, di Balai Kota, Kamis (26/10/2017).

Toha menyampaikan hal itu usai rapat dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Dalam rapat tersebut, Toha menyebut Sandi meminta buruh melakukan survei terhadap kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai dasar menentukan UMP 2018.

"Diharapkan dalam waktu sekian hari, survei sudah bisa terlaksana," ujar Toha.

UMP DKI 2017 diketahui sebesar Rp 3,3 juta. Pada saat yang sama, UMP Kota Bekasi mencapai Rp 3,6 juta; Kabupaten Bekasi Rp 3,5; dan Kabupaten Karawang Rp 3,6 juta.

Penetapan UMP DKI 2018 dijadwalkan sudah dilakukan pada akhir Oktober atau awal November 2018.

https://megapolitan.kompas.com/read/2017/10/26/16445281/buruh-harap-ump-dki-2018-lebih-tinggi-dari-bekasi-dan-karawang

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Kata Polisi soal Lamanya Penyelidikan Kasus Anak Kombes Aniaya Teman di PTIK

Ini Kata Polisi soal Lamanya Penyelidikan Kasus Anak Kombes Aniaya Teman di PTIK

Megapolitan
Heru Budi Pertahankan Penjenamaan Rumah Sehat untuk RSUD di Jakarta

Heru Budi Pertahankan Penjenamaan Rumah Sehat untuk RSUD di Jakarta

Megapolitan
BMKG: Hujan Deras yang Mengguyur Wilayah Jabodetabek hingga Malam Hari Meluas, Ini Titiknya

BMKG: Hujan Deras yang Mengguyur Wilayah Jabodetabek hingga Malam Hari Meluas, Ini Titiknya

Megapolitan
Dirut hingga Direktur Bisnis Diberhentikan, Ini Susunan Baru Direksi Jakpro

Dirut hingga Direktur Bisnis Diberhentikan, Ini Susunan Baru Direksi Jakpro

Megapolitan
Iwan Takwin Diangkat Jadi Direktur Utama Jakpro Gantikan Widi Amanasto

Iwan Takwin Diangkat Jadi Direktur Utama Jakpro Gantikan Widi Amanasto

Megapolitan
Peringatan Dini BPBD DKI: Hujan Sedang-Deras Disertai Petir di Sejumlah Wilayah Jabodetabek

Peringatan Dini BPBD DKI: Hujan Sedang-Deras Disertai Petir di Sejumlah Wilayah Jabodetabek

Megapolitan
Kronologi Wanita Diduga Bakar Diri di Tangerang, Sendirian di Rumah dan Pintu Dikunci dari Dalam

Kronologi Wanita Diduga Bakar Diri di Tangerang, Sendirian di Rumah dan Pintu Dikunci dari Dalam

Megapolitan
Perbanyak Kamera ETLE, Polda Metro: Kalau Tilang Manual kayak Kucing-kucingan

Perbanyak Kamera ETLE, Polda Metro: Kalau Tilang Manual kayak Kucing-kucingan

Megapolitan
Heru Budi Copot Direktur Utama dan Direktur Bisnis Jakpro

Heru Budi Copot Direktur Utama dan Direktur Bisnis Jakpro

Megapolitan
Polisi Bakal Tilang Manual dan Sita Kendaraan yang Pelat Nomornya Dicopot

Polisi Bakal Tilang Manual dan Sita Kendaraan yang Pelat Nomornya Dicopot

Megapolitan
Warga Muara Baru Kerap Dihantui Ancaman Banjir Rob: Agak Tenang Setelah Tanggul Ditinggikan

Warga Muara Baru Kerap Dihantui Ancaman Banjir Rob: Agak Tenang Setelah Tanggul Ditinggikan

Megapolitan
Tukang Kayu Jadi Korban Begal di Bekasi, Pelaku Langsung Tancap Gas Ketika Ketahuan Warga

Tukang Kayu Jadi Korban Begal di Bekasi, Pelaku Langsung Tancap Gas Ketika Ketahuan Warga

Megapolitan
TKP Perempuan Bakar Diri di Periuk Tangerang Jadi Tontonan Warga

TKP Perempuan Bakar Diri di Periuk Tangerang Jadi Tontonan Warga

Megapolitan
Fans Bharada E: Richard Itu Korban, Kami Harap Dia Bebas...

Fans Bharada E: Richard Itu Korban, Kami Harap Dia Bebas...

Megapolitan
Tak Lagi Rp 1,5 Juta, Tarif Sewa Kampung Susun Bayam untuk Korban Gusuran JIS Rp 500.000

Tak Lagi Rp 1,5 Juta, Tarif Sewa Kampung Susun Bayam untuk Korban Gusuran JIS Rp 500.000

Megapolitan
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.