Salin Artikel

Ombudsman: Penataan PKL Tanah Abang Bisa Menjadi "Bom Waktu"

Kedatangan Adrianus beserta sejumlah anggota Ombudsman lainnya untuk memonitoring penataan dan penertiban PKL, yang dianggap sebagian pihak telah menabrak sejumlah aturan. Didampingi sejumlah anggota kepolisian, Adrianus mengelilingi tenda-tenda PKL.

Seorang pedagang yang ditanyainya mengatakan bahwa ia merasa senang telah diberikan tempat untuk berjualan di Jalan Jatibaru.

"Di sini darurat atau alternatif? Oke enggak?" tanya Adrianus.

"Ini bukan darurat, tapi alternatif untuk pedagang kecil dan insya Allah oke. Saya suka dan kalau bisa diteruskan," kata pedagang tersebut.

Adrianus kemudian berjalan ke tenda PKL lainnya. Di sana dia berbincang dengan dua perempuan yang sedang memilih pakaian. Adrianus bertanya alasan mereka lebih memilih membeli pakaian di lokasi tersebut dibanding di kios yang berada di dalam blok.

"Kan, di dalam juga banyak kenapa beli di sini?" tanya Adrianus.

"Mau pulang, jadi pas tempatnya," ujar pembeli tersebut.

Adrianus kemudian bertanya kepada penjual lainnya dengan sejumlah pertanyaan serupa.

Usai mengelilingi lapak PKL, Adrianus mengatakan, terdapat situasi yang telah membuat penjual dan pembeli merasa nyaman menempati lapak tersebut. Pembeli merasa untung karena bisa membeli barang yang dia butuhkan lebih dekat, pedagang juga merasa untung karena lebih banyak pembeli.

Menurut Adrianus, meski hubungan secara sosiologis kebijakan yang diambil positif, dari sisi aturan kebijakan yang diambil Pemprov DKI bertabrakan. Kebijakan itu, misalnya, menabrak Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan.

Kondisi nyaman yang dirasakan para pedagang bisa menjadi "bom waktu" yang bisa merugikan Pemprov DKI. Para pedagang bisa saja melawan bila suatu saat ada aturan baru yang mengharuskan para pedagang pindah dari lokasi itu.

"Ini kan masalahnya sudah muncul ekspektasi dan harapan besar dari pedagang untuk bertahan di sini. Bayangkan suatu ketika pemda ngusir. Saya kira akan ada perlawanan," ujar Adrianus.

"Kalau memang ada beberapa opsi, kenapa mereka memberikan pendekatan ini yang menimbulkan bom waktu," lanjut Adrianus.

Gubernur DKI Jakart Anies Baswedan menutup satu sisi Jalan Jatibaru Raya di depan Stasiun Tanah Abang dan menjadikannya sebagai lapak PKL. Hal itu telah dilakukan sejak awal Januari. Pemprov DKI juga menyediakan 360 tenda untuk PKL berdagang di jalan itu.

https://megapolitan.kompas.com/read/2018/01/17/17400171/ombudsman-penataan-pkl-tanah-abang-bisa-menjadi-bom-waktu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Modus Ajak Jalan-jalan Hingga Cekoki Miras, 4 Pelaku Pencabulan di Kota Bekasi Ditangkap

Modus Ajak Jalan-jalan Hingga Cekoki Miras, 4 Pelaku Pencabulan di Kota Bekasi Ditangkap

Megapolitan
Anggota DPRD Curiga Tender Formula E Sengaja Dibuat Gagal agar Kontraktor Ditunjuk Langsung

Anggota DPRD Curiga Tender Formula E Sengaja Dibuat Gagal agar Kontraktor Ditunjuk Langsung

Megapolitan
Pemkot Tangsel Sediakan WiFi Gratis Untuk Warga, di Mana Saja Lokasinya?

Pemkot Tangsel Sediakan WiFi Gratis Untuk Warga, di Mana Saja Lokasinya?

Megapolitan
Melihat Manuver Anies Baswedan untuk Pilpres 2024...

Melihat Manuver Anies Baswedan untuk Pilpres 2024...

Megapolitan
Duduk Perkara Ibu Laporkan Anak karena Jual Kulkas, Puncak Sakit Hati yang Menumpuk

Duduk Perkara Ibu Laporkan Anak karena Jual Kulkas, Puncak Sakit Hati yang Menumpuk

Megapolitan
Fakta Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Terdakwa Terancam 5 Tahun Penjara dan Tak Ajukan Eksepsi

Fakta Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Terdakwa Terancam 5 Tahun Penjara dan Tak Ajukan Eksepsi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan hingga Sore

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Tambah 209 Kasus di Kota Tangerang, Kini 1.028 Pasien Covid-19 Dirawat

UPDATE 25 Januari: Tambah 209 Kasus di Kota Tangerang, Kini 1.028 Pasien Covid-19 Dirawat

Megapolitan
Nasib Formula E Kian Dipertanyakan, Lahan Sirkuit Masih Berlumpur Ditambah Tender Pembangunan Gagal

Nasib Formula E Kian Dipertanyakan, Lahan Sirkuit Masih Berlumpur Ditambah Tender Pembangunan Gagal

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kecurigaan Keluarga Kakek yang Tewas Diteriaki Maling | Tender Formula E Gagal

[POPULER JABODETABEK] Kecurigaan Keluarga Kakek yang Tewas Diteriaki Maling | Tender Formula E Gagal

Megapolitan
Polda Metro Jaya Disebut Cabut Status 2 Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Polda Metro Jaya Disebut Cabut Status 2 Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Siswa PAUD hingga SMP di Tangerang Kembali Belajar Daring

Mulai Hari Ini, Siswa PAUD hingga SMP di Tangerang Kembali Belajar Daring

Megapolitan
Korsleting Sebabkan Kepulan Asap di Mal Alam Sutera Tangerang

Korsleting Sebabkan Kepulan Asap di Mal Alam Sutera Tangerang

Megapolitan
Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Megapolitan
Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Megapolitan
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.